Showing posts with label Sriwijaya FC. Show all posts
Showing posts with label Sriwijaya FC. Show all posts

Monday, August 02, 2010

Menang 2 - 1 , Sriwijaya FC Hat-trick Juara Piala Indonesia 2010

Solo - Untuk ketiga kalinya secara beruntun trofi Piala Indonesia kembali ke kota Palembang setelah Sriwijaya FC menaklukkan Arema Indonesia di parta final dengan skor 2-1.

Dalam laga yang digelar di Stadion Manahan Solo, Minggu (1/8/2010) malam WIB itu, Sriwijaya dan Arema bermain imbang di babak pertama setelah pada menit ke-19 'Singo Edan' kehilangan Noh Alam Shah yang dikartumerah



Laga sendiri sempat tertunda selama sejam akibat "intervensi" Kapolda Jawa Tengah Irjen Alex Bambang Riatmojo yang meminta wasit diganti saat babak kedua mau dimulai.

Gol Sriwijaya diciptakan di menit ke-48 lewat gol Keith Kayamba Gumbs dan Pavel Solomin di menit ke-79.



Sementara Arema sempat menyamakan kedudukan di menit ke-71 dari gol Mohammad Ridhuan.

Kemenangan ini pun memperpanjang dominasi 'Laskar Wong Kito' di kancah Piala Indonesia/Copa Indonesia dalam tiga musim terakhir. Di musim 2008 dan 2009, Sriwijaya jadi juara setelah mengalahkan lawan yang sama, Persipura Jayapura.

Sementara bagi Arema ini berarti kegagalan misi mereka untuk mencetak double winners setelah sebelumnya jadi juara ISL.



Jalannya pertandingan

Peluit wasit pertanda kickoff dibunyikan kedua tim langsung memainkan sepakbola menyerang.

Namun peluang pertama didapat SFC di menit ke-9 lewat sepakan Keith Kayamba memaksimalkan umpan Anoure Obiora. Sayang bola melenceng dari sasaran.

Dua menit berselang giliran Pavel Solomin yang hampir mencetak gol. Tapi bola yang bergulir ke arah gawang dengan cepat disapu oleh Benny Wahyudi.



Di menit ke-19 Arema harus kehilangan Noh Alam Shah yang dikartumerah wasit akibat mengangkat kaki terlalu tinggi ke arah Precious Emuejeraye.

Dikeluarkannya kapten Arema pada laga itu sempat menyulut amarah Aremania yang berada di belakang bench Sriwijaya dan melempar botol minum ke arah sana.

Aksi sedikit brutal tersebut sempat membuat Kapolda Jawa Tengah Alex Bambang Riatmodjo turun ke lapangan dan menghampiri bench kedua tim dengan mimik muka emosi.



Setelahnya SFC masih mendominasi permainan namun ketatnya pertahanan Arema membuat serangan wakil Palembang itu selalu patah.

Sedangkan Arema beberapa kali mencuri peluang lewat serangan balik. Hingga turun minum skor masih sama kuat 0-0.

Waktu istirahat sepanjang 15 menit ternyata molor hingga hampir satu jam lamanya. Itu disebabkan intervensi Kapolda Jawa Tengah, Alex Bambang Riatmodjo, yang meminta wasit diganti atas dasar alasan keamanan.



Tiga menit memasuki babak kedua Sriwijaya akhirnya mampu memecah kebuntuan lewat gol yang dilesakkan Kayamba.

Sesudahnya Arema masih berada di bawah tekanan Sriwijaya. Di menit ke-60 tendangan lambung Ponaryo Astaman masih bisa ditepis oleh Kurnia Mega.

Arema akhirnya mampu menyamakan kedudukan di menit ke-71. Diawali bola liar hasil sepak pojok, Zulkifli mengumpan silang bola ke kotak penalti dan Ridhuan yang muncul dari belakang dengan mudah menyonteknya ke jala Hendro Kartiko.



Solomin di menit ke-79 membawa Sriwijaya kembali unggul. Umpan lambung Ambrizal diterima Solomin yang lolos dari jebakan offside dan dengan dingin menaklukkan Kurnia Mega di bawah mistar.

Di menit ke-83 gawang Kurnia Mega hampir bobol setelah crossing M Nasuha dari sisi kanan disambut Solomin dengan pahanya yang langsung mengarah ke gawang. Untung dengan sigap kiper Arema itu dapat menangkap bola.



Hingga peluit panjang dibunyikan skor pun tetap 2-1 untuk kemenangan Sriwijaya.

Susunan pemain

SFC: Ferry Rotinsulu (Hendro Kartiko 21'), Charis Yulianto, Ambrizal Precious, Isnan Ali (M Nasuha 45') Toni Sucipto, Zah rahan, Ponaryo Astaman, Keith Kayamba, Anaore Obiora, Pavel Solomin

Arema: Kurnia Mega, Zulkifli, Irfan Raditya (Rahmat Afandi 81'), Waluyo, Benny Wahyudi, Juan Revi (Rony Firmansyah 90'), Ahmad Bustomi, M Ridhuan, Rhoman Chamelo, M Fakhrudin (Dandy Santoso ), Noh Alam Shah.



source
read more...

Saturday, July 24, 2010

Kerja Sama Specs -Sriwijaya FC Rp4,5 M

Publik Sumatera Selatan tak lagi penasaran model jersey baru Sriwijaya FC (SFC). Kemarin, bertempat di FX Plaza Senayan, Jakarta, kostum terbaru tim berjuluk Laskar Wong Kito diluncurkan. Dengan menggandeng apparel Specs, motif songket kembali menghiasi ketika SFC berjuang di Indonesia Super League dan Piala Indonesia musim depan.
”Specs dengan songketnya sudah membumi di Sumsel. Dua hal itu menjadi berkah bagi SFC setelah musim 2007 menyabet juara double winners. Dengan kehadirannya kembali, kami berharap berimbas pada prestasi SFC musim 2010/2011,” ujar Manajer SFC Hendri Zainuddin ketika launching jersey baru SFC, kemarin (23/7).



Musim depan, SFC menargetkan juara Indonesia Super League (ISL). Selain Hendri, dari SFC hadir pula Direktur BPR Sumsel Nazirman Salamah, Sekretaris PT SOM Faisal Mursyid, Bendahara SFC Augie Bunyamin. Sementara dari Specs diwakili Presdir PT Panatrade Caraka, perusahaan yang memiliki brand Specs, Arif Priyadi Wirawan, Sport Marketing Manager Specs Ricky Yacobi, dan Manajer Promosi Specs Selva.

Dikatakan Faisal, songket yang melekat di jersey baru SFC jenis berantai rakam. Jenis songket ini berasal dari Palembang. Namun demikian, produk ini sudah dikenal di luar Palembang bahkan hingga ke seluruh dunia. Jenis ini diplih setelah SFC bekerja sama dengan salah satu produsen songket rumah limas dalam penentuan jenis songket.

Sementara itu, menurut Presdir Specs Arif Priyadi, kerja sama SFC dengan Specs berdurasi satu musim dan sudah ditandatangani pada awal Juli lalu di Palembang. Nilai kerja sama musim ini bernilai Rp4,5 miliar. Nilai ini naik 300 persen dari kerja sama yang pernah dijalin dua musim lalu.

Bentuk kerja sama itu diberikan dalam bentuk barang. Ada 32 item dan ribuan pieces kostum untuk SFC dengan tiga warna. Warna kuning dengan lengan warna merah dipadu dengan motif warna kuning merupakan kostum home. Untuk away, pasukan Laskar Wong Kito akan pakai warna dasar putih dengan lengan merah marun. Sedangkan hitam dipadu songket warna kuning menjadi pilihan kostum ketiga.

”Meski buatan anak negeri, kualitasnya tidak kalah dengan buatan luar karena bahan kostum ini juga bisa resap keringat. Kami jelas bangga sebagai anak negeri, SFC mau pakai produk lokal,” ujar Arif. ”Agustus jersey baru SFC ini sudah bisa dijualbelikan. Dengan kerja sama ini diharapkan menguntungkan kedua belah pihak. Dan, SFC bisa juara bersama Specs,” tambah Hendri. (kmd)

source
read more...

Sriwijaya FC Kembali Disponsori Specs

Salah satu apparel kenamaan negeri ini, Specs, lagi-lagi menunjukkan komitmennya di blantika sepak bola nasional. Jumat (23/7), mereka mengumumkan telah sepakat menjadi penyedia kostum Sriwijaya FC untuk musim 2010-11.
Dari kesepakatan, Specs menyediakan tiga kostum. Direktur Keuangan PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Augie Bunjamin, mengatakan di Palembang, Jumat, tiga kostum itu diperuntukkan kostum laga kandang, kostum laga tandang, dan kostum latihan.

Sama seperti kostum dua tahun lalu, ada motif songket di kostum yang baru tersebut. “Ini motif Palembang. Kami bangga memakainya. Semoga motif songket ini berimbas pada prestasi tim,” sebut Hendri Zaenuddin, Manajer Sriwijaya FC.

Selain kostum, dalam kerja samanya dengan Sriwijaya FC, Specs juga menyediakan 32 item lain untuk perlengkapan tim. Yang meliputi tim utama dan Sriwijaya FC U-21. “Nilai totalnya mencapai Rp4,3 miliar,” sebut Arif Prijadi Wirawan, Presiden Direktur PT Panatrade Caraka, perusahaan pemilik brand Specs.

Menurut Selva dari bagian pemasaran Specs, kostum Sriwijaya kali ini dibuat dengan teknolog X-dry. Sehingga pemain akan selalu merasa nyaman ketika memakainya lantaran sangat ringan dan menyerap keringat. (hanif)

source
read more...

Sunday, July 18, 2010

Sriwijaya Langsung Tancap Gas

Sriwijaya FC sukses mengawali debut di delapan besar Piala Indonesia (PI) V. Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) sukses membungkam 2-0 (1-0) atas Persebaya Surabaya, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, kemarin (16/7).
Kemenangan ini membuka peluang bagi skuadra Rahmad Darmawan untuk memuluskan misinya yakni tembus semifinal Piala Indonesia sekaligus membukukan sebagai tim juara tiga kali berturut-turut.

“Kami bersyukur dengan hasil ini. Hasil ini semakin menambah motivasi bagi anak-anak untuk lolos ke babak selanjutnya dan menjadi juara di Piala Indonesia,” kata pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan, kemarin (16/7) saat konferensi pers.

Kemenangan Sriwijaya dibuka lewat gol kapten tim, Keith Kayamba Gumbs, pada menit ke-15 setelah mendapat umpan matang dari Obiora Richard. Sedangkan gol pamungkas Sriwijaya diciptakan striker asing Asia, Pavel Solomin pada menit ke-75 setelah mendapat umpan dari Zah Rahan Krangar.

Sriwijaya sendiri sempat ragu di babak pertama. Sehingga, pemain tidak tenang dan salah dalam melakukan passing. Bahkan Sriwijaya juga sering tertekan karena ketidaktenangan Precious dan kawan-kawan.

Terbukti, baru memasuki menit ke-11, Patricio Morales hampir membobol gawang Sriwijaya bila tendangannya tidak membentur gawang Fery Rotinsullu. “Anak-anak kurang tenang di babak pertama. Karena mereka sudah lama tidak mengikuti kompetisi. Tapi, babak kedua pemain mulai enjoy dan menguasai permainan,” lanjut pelatih berpangkat kapten marinir ini.

Kemenangan ini menambah rekor belum terkalahkan bagi Sriwijaya saat duel dengan Bajul Ijo (julukan Persebaya). Ya, dua pertemuan sebelumnya, Sriwijaya selalu menang. Yakni, menang 2-0 saat berlaga di Super League (26/1) dan menang 2-1 di laga kedua Super League (10/2).

Sukses menang di kandang sendiri, Sriwijaya langsung fokus di laga kedua babak delapan besar, Stadion Gelora Sepuluh November Surabaya (22/7). Pasalnya, menciptakan dua gol dinilai belum aman bagi Coach Rahmad Darmawan.

“Besok (hari ini, red) kami akan langsung latihan kembali. Kami harus betul-betul melakukan persiapan yang lebih matang. Sebab, kami akan mencari titik aman agar bisa lolos di semifinal nanti,” imbuh mantan arsitek Persikota Tangerang ini.

Pelatih asal Metro Lampung ini akan terus melakukan evaluasi untuk membenahi semua lini yang dinilai belum memberikan permainan yang maksimal. Apalagi, tim juara double winner 2007 ini bakal bermain di hadapan ribuan Bonex Mania (suporter Persebaya). Praktis, ketenangan dan konsentrasi harus di jaga. “Mudah-mudahan kematangan anak-anak terus meningkat di laga kedua nanti,” tambah mantan arsitek Persipura ini.

Sementara itu, pelatih Persebaya, Rudy William Keltjes memaklumi kekalahan timnya. Menurut mantan pelatih PSMS Medan ini, kekalahan Mat Halil dan kawan-kawan tak lepas dari minimnya recovery.

Bukan hanya itu, absennya beberapa pemain kunci juga sedikit mempengaruhi permainan anak asuhnya. Seperti, absenya Jhon Tarkpor, dan belum fitnya Jeon karena sedang sakit. “Pemain minim sekali persiapan. Apalagi, beberapa pemain kami sedang sakit. Sehingga mereka tidak bisa bermain maksimal. Sehingga, kami memaklumi kekalahan ini,” kata Rudy usai pertandingan.

Bukan hanya itu, buruknya permainan yang diperagakan Andi Oddang dan kawan-kawan juga menjadi faktor kekalahan Persebaya. Terutama sektor sayap yang tidak bisa menerapkan permainan.

Menurut Rudy hal ini terjadi karena pemain mengalami kejenuhan lantaran menunggu terlalu lama Piala Indonesia dan playoff Liga Super yang belum jelas sampai sekarang. “Anak-anak saat di Surabaya bisa bermain bagus. Tapi di sini tidak. Terutama pemain sayap yang tidak menerapkan strategi dengan matang. Sehingga, berdampak ke sektor tengah yang selalu keteteran.”

“Apalagi terpengaruh soal non-teknis. Tapi, saya tidak mau berkomentar banyak soal non-teknis. Yang pasti Sriwijaya lebih baik dari kami,” lanjut pelatih keturunan Jawa Belanda ini. (mg43)

source
read more...

Friday, May 28, 2010

RD Bangga Anak Asuhnya Dipanggil Timnas

PALEMBANG - Meski secara tidak langsung akan mempengaruhi kondisi tim, pelatih Rahmad Darmawan mengaku bangga dengan dipanggil tujuh anak asuhnya mengikuti seleksi Timnas.

"Tentunya saya bangga dengan masuknya anak asuh saya di Timnas," kata Rahmad Darmawan, Kamis (27/6).
Meski diakui RD memang dengan adanya program ini memang sedikit mengganggu kondisi klub. Tetapi itu sudah menjadi resiko klub.
"Memang menggangu tetapi inikan sisten jangka panjang tetap menggunakan sistem on off (buka tutup). Jadi masih dilihat di bagian depan. Yang dipanggil bisa saja tidak masuk. Sebaliknya yang tidak dipanggil bisa saja akan dipanggil. Itu merupakan resiko klub," ujar Rahmad.

Seperti diketahui ada dua klub yang menyumbang banyak pemain yakni, SFC dan Arema 7 pemain disusul, Persib dan dan Persipura yang menyumbang 6 pemain. Keempat klub ini menjadi penyumbang pemain terbesar bersama Timnas.

Pemain yang dipanggil Timnas:

- SFC 7 Pemain: Ambrizal, Arif Suyono, Ferry Rotinsulu, M Nasuha, Ponaryo Astaman, Tony Sucipto, Octavianus.
- Arema 7 pemain:Zulkifli, A Bustomi, Beny Wahyu, Kurnia Mega, M Fakhrudin, Purwoko Yudhi Pratomo, dan Irfan Raditya.
- Persib 6 pemain:Atep, Eka Ramdani, Hariono, Maman Abdurahman, Markus Horison, Nova Arianto.
- Persipura 6 pemain:Boaz Salossa, Ian Louis Kabes, Imanuel Wanggai, Jendry Pitoy, Ricardo Salampessy, Stevie Bonsopia.
- Pelita Jaya 4 pemain:Dian Agus Prsetyo, Jajang Mulyana, M Ridwan, dan Supardi.
- Persija 3 pemain:Firman Utina, Bambang Pamungkas, M Ilham.
- Persisam 3 pemain: Ahmad Sembiring, Hamka Hamzah, dan M Roby.
- Persitara 2 pemain:Tantan, Octavianus Maniani.
- Persijap 2 pemain:Danang Wihatmoko,
- Persik 2 pemain:Saktiawan Sinaga dan Yongki Aribowo.
- Persebaya 2 pemain:Andik Firmansyah, Djayusman Triyadi.
- Persiba 2 pemain;Edy Gunawan dan Ferry Ariawan
- PSPS 1 pemain:M Isnaini
- Persela 1 pemain:Syamsul Arif.
- PSM Makasar 1 pemain:Diva Tarkas

[http://www.sripoku.com/view/36508/rd_bangga_anak_asuhnya_dipanggil_timnas]
read more...

Sunday, March 14, 2010

Pesta Laskar Wong Kito

Sriwijaya FC (SFC) masih punya nafas untuk bersaing di Indonesia Super League (ISL) 2009/2010. Itu seiring kemenangan 3-0 (3-0) atas tamunya Persema Malang di Gelora Sriwijaya Jakabaring, kemarin (13/3).
Kini, skuadra Rahmad Darmawan mendulang 37 poin. Sekaligus naik tiga strip menjadi posisi ke-4. Untuk menuju juara jelas berat. Sebab, masih terpaut 11 poin dengan pemuncak sementara, Arema Malang.
Bahkan, runnner up pun susah. Apalagi Persipura bisa menang 1-0 di kandang PSPS (13/3) dan Persiba menang 5-0 atas Persik (13/3). Namun, tak ada yang tidak mungkin. Perebutan titel juara belum terkunci. Jika Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) menang di 11 laga sisa (tanpa melihat home dan away), segalanya akan berubah. Celah juara pun bakal terbuka lebar.
“Saya harap kemenangan ini menjadi motivasi untuk menang di laga sisa. Kami tidak berpikir bagaimana beratnya persaingan menjadi juara. Meski kecil, kans itu belum tertutup. Yang penting, kami harus menang disemua laga sisa,” aku coach Rahmad Darmawan.
Keith Kayamba Gumbs mengawali pesta Sriwijaya via golnya menit ke-1. Crossing Pavel Solomin dari sektor kanan, langsung disambarnya. Sekali kontrol, bola meluncur deras ke gawang Im Komang Putra, kiper Persema.
Ini gol tercepat musim 2009/10. Sebab dicetak Kayamba hanya dalam waktu 42 detik. Tapi, itu belum cukup mematahkan rekor striker Persitara, Prince Kabir Bello yang mencetak gol cepat 21 detik.
Gol kedua Sriwijaya, diciptakan Obiora Richard menit ke-30. Top skor Copa Indonesia 2008/2009 pamer skill. Dia mencetak gol lewat sebuah shooting jarak jauh melengkung. Coach Rahmad sendiri menyebutnya sebagai gol berkelas dan sensasional.
Satu gol lagi diciptakan Arif Suyono menit ke-41. Dia memanfaatkan passing pendek Keith Kayamba yang sebelumnya mendapat long passing dari Zah Rahan dari sektor kanan. “Permainan seperti ini yang saya inginkan. Bola-bola pendek dan umpan dari kaki ke kaki, sangat efektif,” tandas pelatih kelahiran Metro, Lampung 28 November 1966.
Sebenarnya, Sriwijaya bisa mencetak lebih dari 3 gol. Pavel Solomin punya tujuh peluang. Tapi finishing touch sangat buruk. Pergerakannya lamban dan mudah dibaca defender Persema. Pun demikian Kayamba. Dia shooting jarak jauh menit ke-56. Tapi, membentur tiang kiri gawang Komang.
“Saya pikir, kami akan mengulang kemenangan seperti ini saat lawan Arema. Tidak ada kata lain selain menang. Termasuk ketika menghadapi Selangor, Selasa (16/3) nanti,” timpal Arif.
Nah, lupakan sejenak ISL. Kini, Sriwijaya menatap AFC Cup. Selasa (16/3), mereka akan menjamu raksasa Malaysia, Selangor FA pada laga kedua penyisian grup F. Selangor datang ke Palembang punya modal besar.
Selain titel 53 trofi juara, tim asuhan K Devan (Malaysia) tidak terkalahkan di lima laga terakhir. Mereka bisa imbang 0-0 dengan Binh Duong (23/3), menang 1-0 atas Penang (27/2), kemudian 4-0 atas Kedah (6/3), 5-1 atas Pos malaysia (9/3) dan 0-0 dengan Kelantan (12/3).
“Kami akan kalahkan Selangor. AFC adalah momen penting bagi kami,” timpal Manajer Sriwijaya FC, Hendri Zainuddin.
Sementara, Coach Persema Subangkit sangat kecewa. Dia gagal membawa Ken Arok (julukan Persema), mencuri 3 poin sebagai obat kakalahan 1-3 pada derby Malang lawan Arema (9/3) lalu.
“Gol menit awal membuyarkan konsenterasi anak-anak hingga terjadi dua gol lagi untuk Sriwijaya. Pemain kami banyak yang salah dalam menjalankan instruksi,” kata Subangkit. (mg43/nvs)

Susunan Pemain:
Sriwijaya FC: 12-Ferry (K), 4-Charis, 20-Precious, 24-Worabay, 7-Nasuha, 10-Zah Rahan, 28- Alamsyah, 14-Arif Suyono/8-Rachmat Rivai (76’), 17-Kayamba (C), 23-Pavel Solomin/25-Isnan Ali (83’), 9-Obiora/6-Tony Sucipto (64’).
Pelatih: Rahmad Darmawan

Persema: 12-Komanng, 3-Seme (C), 33-Park Chul/5-Munhar (72’), 6-Suroso, 19- Soleh, 23-Gaspar, 27-Sutaji, 26-Kamri, 29-Jainal Ikhwan, 99-Brima Pepito, 9-Jairon/7-Iswandi (45’).
Pelatih: Subangkit

[sumeks]
read more...

Wednesday, February 24, 2010

Sriwijaya Curi Poin Di Maladewa

Hasil cukup bagus diperoleh Sriwijaya FC dalam pertandingan perdana mereka di Grup F Piala AFC dengan menahan imbang tuan rumah Victory SC Maladewa tanpa gol di Stadion National.

Secara keseluruhan, pertandingan di Grup F yang digelar serentak berakhir imbang setelah semi-finalis musim lalu asal Vietnam, Becamex Binh Duong, menahan Selangor FC tanpa gol di Shah Alam.
Dalam pertandingan di Maladewa, Sriwijaya langsung memberikan tekanan ke pertahanan Victory SC. Seperti dilansir laman AFC, pada menit ke-11 Sriwijaya sudah mengancam penjaga gawang Mohamed Faisal yang memblok tendangan keras Rachmat Maruf.

Sriwijaya melanjutkan penguasaan permainan, namun tidak ada gol yang terjadi sepanjang babak pertama.

Satu menit babak kedua bergulir, Sriwijaya kembali mengancam pertahanan Victrory SC. Namun bola hasil tendangan Kayamba Gumbs masih melayang di atas mistar. Begitu juga dengan peluang yang didapat Ponaryo Astaman beberapa menit kemudian. Sriwijaya nyaris menjebol gawang Victory SC pada menit ke-76. Sayangnya, tendangan keras Zah Rahan masih membentur mistar gawang.

Kedua tim menaikkan tempo permainan guna mencari gol sepuluh menjelang pertandingan usai. Hingga laga selesai, kedudukan imbang tanpa gol tidak mengalami perubahan.

[Donny Afroni - goal indonesia]
read more...

Monday, February 22, 2010

Pavel Solomin Resmi Bela Sriwijaya FC

PALEMBANG. Pavel Solomin, pesepak bola asal Uzbekistan, resmi memperkuat Sriwijaya FC setelah menandatangani perjanjian kontrak kerja, di Sekretariat SFC, Palembang, Sumatra Selatan, Minggu (21/2).

Penandatanganan kontrak kerja ini dihadiri oleh Direktur PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), H Dodi Reza Alex, Sekretaris PT SOM, Faisal Mursyid, agen Pavel asal Malaysia, Abdul Salam, dan para wartawan.

"Kami bersyukur akhirnya pemain asing di SFC komplit, sudah sesuai dengan kuota yang diberikan Badan Liga Indonesia, yakni lima orang," kata Dodi.

Dia mengatakan, Pavel adalah jawaban atas kendala teknis yang dihadapi SFC, yakni tidak adanya seorang striker murni. "Sesuai dengan hasil evaluasi di akhir putaran pertama lalu, sangat dipahami bahwa SFC sangat membutuhkan seorang pemain asing yang berposisi di lini depan. Dia diharapkan dapat berperan sebagai seorang striker murni," kata putra sulung Gubernur Sumsel H Alex Noerdin itu.

Dalam kesempatan itu, Dodi juga menjawab pertanyaan sebagian besar pencinta SFC yang memandang manajemen SFC kurang sigap dan cepat dalam mendapatkan pemain asing. Tercatat, sebelum kehadiran Pavel, beberapa pemain asing yang dibidik gagal direkrut.

"Untuk merekrut seorang pemain asing bukanlah hal yang mudah. Banyak hal teknis dan nonteknis yang harus dihadapi, seperti perizinan hingga proses yang terbilang rumit di tingkat PSSI," ujar dia.

Dodi juga menyatakan, manajemen SFC sudah berusaha maksimal agar Pavel sesegera mungkin dapat bergabung dengan tim setelah tiba di Palembang, sepekan lalu. "Mungkin masyarakat Sumsel berpikir, kenapa manajemen lambat sekali. Padahal, asal tahu saja, kami sudah berusaha keras untuk melobi berbagai pihak agar Pavel dapat turun di laga melawan Persija kemarin. Semua masih terganjal ITC," kata dia lagi.

Namun, dia melanjutkan, mekanisme yang melibatkan dua negara, Indonesia dan Uzbekistan, tidak semudah membalikkan telapak tangan. "Untuk mengurus ITC (izin tinggal, Red) saja, normalnya membutuhkan waktu dua minggu. Terkadang hal ini tidak diketahui oleh masyarakat. Padahal, secara logika, tentunya kami tidak mau rugi, pemain sudah didatangkan jauh-jauh, untuk apa jika tidak dimainkan," kata Dodi.

Pavel menyatakan siap memberikan yang terbaik untuk SFC, yakni mencapai target meraih gelar double winner kembali. "Apa yang menjadi target SFC juga menjadi target saya. Saya juga siap jika diposisikan sebagai seorang 'target man' (striker murni)," kata Pavel pula.

[Media Indonesia]
read more...

Thursday, January 21, 2010

Sriwijaya FC Dikenal Oleh Negara-Negara Asia

Sebelum memutar kompetisi Liga Champion Asia (LCA) Februari nanti, Asia Football Confederation (AFC) mengundang seluruh tim untuk berkumpul. Ya, tanggal 11-12 Januari 2010 lalu bertempat di Hotel Hilton Petaling Jaya Malaysia, seluruh tim LCA membahas regulasi. Tapi, ada catatan menarik dari pertemuan tersebut.

ZULHANAN – Malaysia

Sriwijaya FC masuk lagi kompetisi LCA tahun ini. Walaupun harus mengikuti jalur playoff tapi sudah cukup membuktikan eksistensi Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya) FC di pentas sepak bola Asia.
Ya, tahun lalu, tim asuhan Rahmad Darmawan hanya menjadi tim penggembira di babak penyisihan gruP LCA. Hanya satu kemenangan yang diraih yakni atas Shandong Luneng Cina dengan skor 4-2. Selebihnya menghadapi Gamba Osaka Jepang, Seoul FC selalu kandas.
Musim ini lebih ketat lagi. Jika ingin lolos ke babak utama yakni grup G, Charis Yulianto dan kawan-kawan terlebih dahulu mengalahkan Singapore Armed Force (SAF). Jika menang harus mengalahkan pemenang antara Da Nang Vietnam versus Muanthong United Thailand.
Nah, pada pertemuan workshop elit yang dipusatkan di Hotel Hilton Petaling Jaya Malaysia selama dua hari, Sriwijaya mengutus Manajer Sriwijaya FC, Hendri Zainuddin, Bakti Setiawan (menejer marketing), Faisal Mursyid (sekretaris umum).. Pembukaan sendiri dipimpin oleh presiden AFC, Muhammad Hammam dan ditutup oleh wakil presiden AFC, Muhammad Shobah.
Setelah perkenalan yang dipimpin oleh Tokuaki Suzuki Direktur kompetisi LCA, ternyata SFC sudah banyak dikenal oleh tim-tim Asia. Ada komentar yang menarik dari tim Al Ahli (Arab Saudi). “Menurut saya Sriwijaya tim yang bagus dan memiliki materi yang tidak jauh dengan tim-tim Asia lainnya. Tapi mengapa pada pertandingan yang sebenarnya sering kalah. Itu menjadi catatan yang harus dievaluasi,” pinta Maliki Madjid media officer Al Ahli.
Begitu juga dengan pernyataan dari Michael Eunho Lee asisten manajer public relation dan marketing Suwon Bluewings Korsel. Menurut pria ramah ini kekuatan Sriwijaya cukup berimbang. “Tahun lalu saya lihat menampilan Sriwijaya FC saat melawat ke Seoul. Dua striker SFC, Kayamba dan Ngon A Djam cukup bagus dan layak bersaing dengan para striker tim-tim Asia lainnya. Mungkin secara mental banyak pemain Sriwijaya masih demam panggung,” ujar Lee singkat.
“Sriwijaya harus sering ikut kompetisi LCA jika ingin berbicara banyak. Karena semakin sering tampil maka keraguan dan mentalitas tim terjaga dengan baik. Imbasnya para pemain konfiden dan mampu mengeluarkan permainan terbaik saat bertemu dengan tim-tim lain,” ujar Gsiavoshi menejer marketing tim Zobahan Iran.
Namun ada saran menarik dari tim kuat Gamba Osaka Jepang. Ya, juara ketiga Piala Dunia antar klub tahun 2008 ini menilai Sriwijaya butuh legiun asing yang berpengalaman di pentas internasional. “Tidak harus pemain bintang tapi yang dibutuhkan adalah pengalaman bertanding dipentas sepak bola Asia itu yang dibutuhkan oleh Sriwijaya FC,” timpal Yasuhiro Yamamoto asisten manajer Gamba Osaka.
Apa pun komentar dari kontestan lain, Sriwijaya FC patut bangga bermain di pentas LCA. Tidak seluruh tim bisa merasakan atmosfer kompetisi tertinggi di Asia ini. “Memang kekuatan kami masih kecil jika dibandingkan tim-tim dari Asia timur seperti dari Jepang, Korsel, dan Cina tapi kami memiliki harapan Sriwijaya bisa bersaing lebih jauh lagi,” harap manajer SFC, Hendri Zainuddin.

[sumeks]
read more...

Saturday, January 09, 2010

Kalahkan PSPS 1 - 0, Sriwijaya FC Menangkan Derby Sumatera

Sriwijaya FC akhirnya memenangkan Derby Sumatra setelah berhasil menekuk PSPS Pekanbaru 1-0. Gol kemenangan Laskar Wong Kito dicetak Arif Suyono di menit ke-14.

Dengan hasil ini, Sriwijaya FC berhasil merangsek ke peringkat 5 klasemen sementara Liga Super Indonesia (ISL) dengan koleksi 20 poin.
Bertanding di Stadion Jaka Baring Palembang, Sabtu 9 Januari 2010, Sriwijaya tampil tak langsung menurunkan skuad terbaiknya. Empat pilarnya Isnan Ali, Charis Yulianto, Cristian Worabay dan Ponaryo Astaman harus menghuni bangku cadangan karena baru pulang membela timnas Indonesia di Pra Piala Asia.

Pertandingan baru berjalan sembilan menit, M Nasuha berhasil mengirimkan bola crosing cantik ke mulut gawang PSPS. Sayang Keith Kayamba Gumbs yang berdiri bebas justru gagal menggapai bola.

Sriwijaya terus mengurung pertahanan tim besutan Abdurrahman Gurning lewat permainan melebar dengan memanfaatkan mobilitas kedua bek sayapnya. Hasilnya baru dipetik Laskar Wong Kito di menit ke-14.

Umpan menyilang Anoure Obiora di kotak penalti berhasil disambut tandukan menjatuhkan diri Arif Suyono yang datang tak terduga. Keunggulan sementara 1-0 buat Sriwijaya.

Unggul satu gol tak lantas membuat puas kubu tuan rumah. Peluang emas tercipta di menit ke-25. Kerjasama apik Zah Rahan dan Gumbs berhasil memberikan peluang Oktavianus menyepak bola tanpa terkawal. Sayangnya sepakan Oktavianus masih membentus mistar.

PSPS baru bangkit di 10 menit akhir babak pertama. Peluang terbaik PSPS dibuat Ade Suhendra di menit ke-39. Sayang tendangan keras Ade masih bisa ditepis Hendro Kartiko. Kedudukan 1-0 buat Sriwijaya bertahan hingga turun minum.

Di awal babak kedua, Laskar Wong Kito kembali mengendalikan permainan. Babak kedua baru berjalan dua menit, Oktavianus telah menebar ancaman ke gawang PSPS yang dikawal Pance. Sayang tendangan bebas Oktavianus masih membentur tiang.

Pada menit ke-58, Sriwijaya kembali mengancam. Berawal dari kesalahan Pance mengantisipasi crosing M Nasuha, bola justru mendarat di kelapa Obiora. Sayang bola tandukan Obiora masih meluncur di atas mistar PSPS.

Pelan namun pasti, PSPS mampu keluar dari tekanan. Peluang terbaik tim Pekanbaru ini tercipta di menit ke-59. Herman Dzumafo berhasil lolos dari jebakan off side sebelum akhirnya melewati Hendro Kartiko. Namun peluang itu gagal berbuah gol setelah Slamet Riyadi berhasil menyapu bola sebelum disepak Dzumafo.

Hingga pertandingan usai kedudukan 1-0 buat keunggulan Sriwijaya ini tak berubah sekaligus memastikan tim besutan Rahmad Dharmawan mengantongi tiga poin penuh di kandang.

Susunan Pemain:

Sriwijaya: Hendro Kartiko, Ambrizal, Precious Jeraye, Slamet Riyadi, M Nasuha, Zah Rahan, Toni Sucipto (Ponaryo Astaman, 70'), Oktavianus, Keith Kayamba, Arif Suyono (Mustofa Aji, 90'), Anoure Obiora Richard.

PSPS: Pance Hariyanto, Dedi Gusmawan, Danil Junaedi, Banaken Bosoken, Edi Sibung (April Hadi, 25'), Rusdianto (Achmad Junaidi,85'), Ade Suhendra, Ade Chandra, Cyril Emile Tchana, M Isnaini (Zahrul, 67'), Herman Dzumafo.


[toto pribadi - vivanews]
read more...

Thursday, December 03, 2009

Persipura Telan Kekalahan Pertama Setelah Dikalahkan Sriwijaya FC 1 - 2

Makassar - Juara bertahan Persipura Jayapura menelan kekalahan pertamanya di musim ini. Menjamu Sriwijaya FC di stadion "tumpangannya", Andi Matalatta, Makassar, Selasa (2/12/2009), mereka menyerah 1-2.

Menguasai permainan di awal babak pertama, Persipura kecolongan gol di enam menit menjelang turun minum. Menerima umpan Richard Obiora, striker Rahmat Rivai berhasil menaklukkan kiper Jendri Pitoy untuk membawa Sriwijaya memimpin 1-0.
Alih-alih memperbaiki performa setelah ketinggalan, "Mutiara Hitam" malah kebobolan lagi di menit 53. Pertahanan yang kurang kokoh karena tidak diperkuat Jack Komboy yang menjalani skorsing akumulasi kartu kuning, membuat Jendri kembali memungut bola dari gawangnya, setelah kali itu diterobos Zah Rahan.

Persipuran baru bisa membombardir Sriwijaya di 10 menit terakhir. Alberto Goncalves berhasil memperkecil kedudukan menjadi 2-1 di menit 82, tapi timnya tidak dapat terhindar dari kekalahan.

Menurut pelatih Jacksen F. Tiago, seandainya anak asuhannya lebih tenang bermain, timnya pasti bisa merebut tiga poin dalam pertandingan tersebut. Sedangkan arsitek Sriwijaya FC, Rahmat Darmawan, menyebut fokus dan menjaga ritme sebagai kunci kemenangan timnya.

"Pemain saya tidak memberi peluang bagi pemain Persipura untuk bermain cepat, sebab itu kami bisa menang," ujar Rahmat, yang juga pernah mengantarkan Persipura menjuarai Liga Indonesia tiga musim lalu itu.

Pada pertandingan lain Persib Bandung kembali merasakan kekalahan. Menjadi tamu di Stadion Pendidikan, pasukan "Maung Bandung" menyerah 0-2 dari Persiwa Wamena. Ini adalah kali keempat Persib kehilangan poin dari enam pertandingan, termasuk kekalahan 0-1 dari Persipura di Makassar dua hari lalu.

Hasil pertandingan:

Persiwa 2 Persib 0
Bontang FC 3 PSM 0
Pelita Jaya 0 Arema 2
Persija 0 Persik 0

[detiksport/sepakbola]
read more...

Monday, November 30, 2009

Sriwijaya FC Di Kalahkan Persiwa Wamena 3 - 0

Persiwa Wamena kembali mendulang poin penuh di kandang, setelah sukses melibas tamunya Sriwijaya FC, dalam laga lanjutan putaran pertama Superliga edisi kedua musim ini.

Tidak tanggung-tanggung, "Laskar Wong Kito" dilibas tiga gol tanpa balas, pada laga yang tersaji di Stadion Pendidikan, Wamena, Minggu (29/11) petang.

Tiga gol kemenangan Persiwa dibukukan Erick weeks pada menit ke-20, Pieter Romaropen pada menit ke-35 dari titik putih, serta Eddie Foday pada menit ke-63.

Atas kemenangan ini, Persiwa mampu naik beberapa strip dan menempati posisi keenam klasemen sementara kompetisi kasta tertinggi sepakbola nasional musim ini, dengan torehan sepuluh poin dari enam laga.

Sementara bagi tim tamu Sriwijaya FC, kekalahan tersebut membuat mereka masih tertahan di papan bawah, karena baru mengoleksi tujuh poin dari lima laga.

[goal]
read more...

Sunday, November 22, 2009

Sriwijaya FC Langsung Papan Tengah

Debut home perdana Sriwijaya FC (SFC) belum mengesankan. Lawan tim “degradasi” Persitara Jakarta Utara pada laga ke-3 Djarum Indonesia Super League (DISL) II di Gelora Sriwijaya Jakabaring, kemarin (21/11), Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya), hanya menang tipis 3-2 (1-0).
Namun, suntikan 3 poin tetap diapresiasi. Sebab, armada Rahmad Darmawan langsung naik 5 strip. Persisnya dari posisi ke-16 (zona degradasi) menjadi ke-11 (papan tengah) dengan mengantongi 4 poin. Untuk masuk zona big four, Sriwijaya harus lebih sabar.
Meski menang lawan Pelita Jaya, Selasa (24/11) nanti, itu belum cukup. Kecuali, dibarengi juga dengan kemenangan pada tur maut ke Papua. Yaitu away lawan Persiwa Wamena (29/11) dan Persipura Jayapura (2/12). “Ritme permainan kami belum berirama. Jadi, meski cukup banyak peluang ternyata belum bisa diselesaikan dengan baik,” aku Rahmad Darmawan.
Pada laga kemarin, Sriwijaya langsung memimpin via gol Rahmat “Poci” Rivai menit ke-20. Kerja sama one two dengan Keith Kayamba Gumbs berjalan apik. Shooting keras Poci menghujam deras ke gawang Persitara, yang dikawal Wawan Darmawan.
Sayang, hanya tercipta satu gol di babak pertama. Dua peluang emas dari M Nasuha dan Ambrizal, semuanya mentah ditepis Wawan. Skor 1-0 tidak berubah hingga turun minum.
Sriwijaya baru bisa menambah gol lagi menit ke-55 via Nasuha. Umpan terobosan dari Oktavianus dari sektor kanan, diselesaikan dengan baik oleh winger kelahiran Tangerang, 15 September 1984.
Namun, skor 2-0 tidak bertahan lama. Dua menit berselang, striker Persitara, Afshin Parsaeian Rad menjebol gawang Hendro Kartiko. Sriwijaya baru bisa membalas lagi via Obiora Richard menit ke-77.
Afshin membobol gawang Hendro untuk kali kedua menit ke-89. Kali ini via titik penalti setelah dirinya dilanggar Hendro persis di kotak terlarang. Pemain asal Iran ini, sukses melaksanakan tugasnya. Skor 3-2 bertahan hingga peluit panjang ditiup wasit Setyono (Sidoarjo).
“Lini belakang kami kurang koordinasi. Saya sangat berharap lawan Pelita Jaya (24/11) nanti, dia bisa tampil. Itu jauh akan lebih bervariasi,” sambung pelatih kelahiran Metro (Lampung), 26 November 1966.
Duet Kayamba-Poci, tak luput jadi perhatian Rahmad. Dia menilai, keduanya belum padu. Praktis, kebutuhan satu striker lagi, sulit dielakkan lagi. Saat ini, dia masih membidik Ulugbek Bakaev (Uzbekistan).
“Bakaev punya finishing yang bagus. Semoga kami bisa mendapatkannya pada transfer window ke-2 pada Januari 2010 nanti,” pungkas Rahmad.
Sementara, Persitara makin terbenam di dasar klasemen. Namun, mereka mengaku cukup puas. Meski kalah, asisten pelatih Dody Sahatepy menilai ada peningkatakan signifikan.
“Salah satunya kami mantap dengan formasi 4-3-3. Dua gol ke gawang Sriwijaya, bagi kami sangat bagus,” ungkap Dody.

[sumeks]
read more...

Thursday, October 15, 2009

Durik Pilih Nomor Punggung 23

Terjawab sudah teka-teki perekrutan Aleksandar Duric. Kemarin striker jangkung 2 meter ini datang bersama isterinya Natasha dan Riki Nelson agen Duric sekitar pukul 16.30 WIB. Meski belum membubuhkan tanda tangan kontak, striker naturalisasi Singapura ini hampir dipastikan merumput dengan Sriwijaya FC. Pasalnya, pemain Singapore Armed Forces (SAF) FC ini telah menyatakan deal untuk bergabung bersama Sriwijaya setelah bertemu dengan manajemen Sriwijaya di sekretariat Sriwijaya FC komplek Palembang Square, kemarin (14/10).

“Kedatangan Duric ke Palembang untuk melihat kondisi kota Palembang. Selain itu, juga membicarakan permasalahan dengan pihak manajemen. Semuanya sudah deal. Tinggal menunggu President Club untuk melakukan tandatangan. Kemungkinan Duric akan memakai jersey 23,” kata Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM), Faisal Mursyid.

Termasuk permasalahan tentang sekolah internasional untuk anaknya yang masih duduk di bangku SD dan TK. Pasalnya, mantan pemain Home United ini sudah menemukan sekolah yang cocok untuk anaknya. Yakni, sekolah Rising Stars Academy yang beralamat di Jl Veteran.

Sedangkan, untuk permasalahan uang tasfer yang di syaratkan oleh klub lamanya, yakni Singapore Armed Forces (SAF) FC, pihak Duric masih akan menyelesaikan secepat mungkin. “Semua sudah clear. Rumah dan sekolah sudah dapat. Sedangkan, untuk uang trasfer masih kami urus dengan manajemen SAF FC. Dan secepat mungkin bisa diselesaikan,” lanjut Riki Nelson, agen Aleksandar Duric.

Bagaimana dengan rumor Duric juga dilirik Persija? “Memang Persija juga melakukan negoisasi dengan kami. Tapi, kami melihat Sriwijaya lebih serius untuk mendatangkan Duric. Sehingga, kami lebih memilih Sriwijaya,” tambah Riki.

Sementara itu, Aleksandar Duric mengatakan, dirinya sangat tertarik untuk bergabung dengan Sriwijaya. Selain sebagai tim juara, Sriwijaya juga merupakan tim profesional. “Kompetisi di Indonesia bagus, dan Sriwijaya adalah tim yang profesional. Sedangkan, untuk yang lain kita lihat nanti perkembanganya. Yang pasti, saya akan memberikan yang terbaik,” timpal Duric.

Pemain yang memperkuat timnas Singapura sejak 2007 lalu siap untuk bersaing. Meski usianya yang sudah tua, mantan pemain Sydney Olympic ini mempunyai sederet pengalaman di level Asia. Yakni, FIFA World Cup qualifikation, LCA dan lainya.

Duric juga penah meraih beberapa Award. Yakni, S.League People"s Choice Award (2007), NTUC-Income Player of the Year ( 2007 dan 2008), dan RHB Top Scorer Award (2007 dan 2008). Tapi, pemain yang berbandrol kisaran Rp1,2 miliar ini tidak bisa menargetkan berapa gol yang akan disumbangkan untuk Sriwijaya bila bergabung nanti.

“Usia tidak menjadi soal karena hingga saat ini saya masih bisa bersaing dengan pemain lain. Terbukti, beberapa gelar saya dapat. Dan saya sudah mengikuti beberapa pertandingan di tingkat Asia. Bukti lain, saya menjadi top skor di Liga Singapura musim ini dan membawa SAF juara musim ini,” pungkasnya.


Nama : Aleksandar Duric
TTL : Yugoslavia, 12 Agustus 1970 (1970-08-12)
Posisi : striker
Karir klub
1992Sloga Požega
1993Sloga Požega
1994-1995Szeged LC
1995South Melbourne FC
1995-1996Port Melbourne Sharks
1996-1997Melbourne Victory FC
1997Gippsland Falcons
1997-1998Locomotiv Beijing
1998West Adelaide SC
1998-1999Heidelberg United
1999Adelaide Sharks
1999-2000Tanjong Pagar United
2000Marconi Stallions
2000Sydney Olympic
2001-2004Home United FC
2005- Geylang United FC
2006- sekarang Singapore Armed Forces FC
Timnas sejak tahun 2007 [sumeks]
read more...

Sriwijaya Kalah 0 - 4 Lawan Persiba

Tuan rumah Persiba Balikpapan tampil trengginas menghadapi Sriwijaya FC. Skuad besutan Daniel Rukito dan Haryadi menang besar 4-0 di hadapan pendukungnya sendiri pada perhelatan Liga Super Indonesia (ISL), Rabu (14/10/2009).

Keunggulan tuan rumah memang sudah dimulai sejak babak pertama. Ketika laga baru berjalan sembilan menit, sundulan Fery Ariawan menyambut sepak pojok Julio Lopez sukses merobek gawang Hendro Kartiko.
Tidak puas dengan keunggulan satu gol, armada Beruang Madu kembali mendesak pertahanan tim tamu. Striker Yoga Utama memaksa Hendro Kartiko memungut bola untuk kedua kalinya setelah memaksimalkan bola lambung dari Dwi Joko (28).

Tertinggal dua gol rupanya tidak membuat semangat Laskar Wong Kito surut. Beberapa peluang sempat tercipta bagi anak-anak asuh Rahmad Darmawan. Salah satunya melalui striker Rachmat Rivai. Sayang, dia gagal memanfaatkan umpan Arief Suyono dengan optimal. Kedudukan 2-0 bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, SFC harus kehilangan Arief Suyono yang mendapat kartu kuning kedua akibat menyikut M Darwis. Akibatnya tim tamu kembali mendapat tekanan dari kubu tuan rumah dan kembali kebobolan. Tiga menit menjelang full time, Julio Lopez menambah keunggulan Persiba menjadi 3-0.

Derita Laskar Wong Kito semakin menjadi setelah Hendro Siswanto yang menggantikan Reza Zakaria di menit ke-81 menggenapkan kemenangan Persiba 4-0, di masa injury time (90 + 3), setelah menyundul bola muntah dari Fery Ariawan di sekitar kotak penalti.

Permainan SFC sebenarnya jauh lebih berkembang ketimbang di babak kedua. Mereka pun sempat mendapat empat kali peluang mengejar ketinggalan di menit-menit akhir. Sayang, keempatnya gagal menemui sasaran sehingga SFC harus mengakui ketangguhan Persiba [okezone]
read more...

Sunday, October 11, 2009

SFC INCAR POIN PENUH DI MAKASSAR

Makassar - Meski tidak diperkuat beberapa pemain senior yang cedera, Sriwijaya FC (SFC) mengincar angka penuh di kandang PSM, pada laga perdana ISL di Stadion Mattoanging Makassar, Minggu (11/10). Pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan, saat memimpin latihan di Lapangan Telkom Makassar, Jumat (9/10), mengatakan bahwa target double winner yang ingin dicapai musim ini membuat Laskar Wong Kito harus memetik angka di setiap laga.
"Sehubungan dengan target double winner yang ingin dicapai Sriwijaya musim depan, maka kita akan berupaya untuk meraih poin penuh dalam setiap laga, termasuk ketika menghadapi PSM pada pertandingan perdana nanti, " katanya.
Setelah gagal dalam ajang Community Shield saat menghadapi Persipura Jayapura beberapa waktu lalu, perhatian Sriwijaya FC kini terfokus pada partai panas menghadapi tim tuan rumah PSM. Tim asal Palembang inipun telah menyiapkan strategi khusus untuk bisa memenangkan pertandingan. Sriwjaya sendiri pada laga yang akan disiarkan langsung salah satu stasiun tv swasta ini, berjanji akan meladeni permainan PSM, meski tampil sebagai tim tamu, tim asuhan RD ini mengaku siap untuk tampil terbuka dan menciptakan gol.
"Kami cukup yakin bisa meraih hasil maksimal dalam partai nanti, makanya kita akan menurunkan skuad terbaik dalam pertandingan nanti, mudah-mudahan hasilnya bisa sesuai yang kami harapkan," kata Humas Sriwijaya FC, Andi di Makassar.
Mengandalkan tiga pemain timnas diantaranya Ponaryo Astaman, M Nasuha serta Isnan Ali yang sudah pulih dari cedera dan dipastikan bakal mengisi posisi line-up, juara Copa Indonesia 2008 ini siap mempermalukan tim tuan rumah.
"Pada laga peiturunkan sejak menit awal, kehadirannya tentu diharapkan mampu memperkuat pertahanan, " kata Andi.

Diragukan
Pemain bertahan Timnas dan Sriwijaya FC, Charis Yulianto, yang mengalami cedera pada telapak kaki kirinya, diragukan tampil saat menghadapi PSM. "Kondisi fisiknya saat ini masih fifty-fifty, namun kami berharap agar sebelum laga berlangsung, kesehatanya bisa kembali pulih sekaligus bisa diturunkan menghadapi PSM Makassar," kata Andi.
Menurut Andi, cedera pemain yang juga sempat membela PSM Makassar ini, telah mendapat perhatian khusus dari tim medis. Bahkan Kamis kemarin, tim medis telah memberikan suntikan khusus dibagian kaki Charis agar bisa sembuh lebih cepat.
Dalam latihan yang digelar tim Laskar Wong Kito, Charis memang tidak ikut bergabung dengan Zah rahan dkk, pemain ini hanya terlihat melakukan latihan ringan dipinggir lapangan. "Kita akan mengupayakan agar cedera yang ia alami bisa sembuh lebih cepat, makanya kita akan memantau terus perkembangan kondisinya," katanya. Namun jika memang pada akhirnya tidak bisa tampil dalam laga perdana menghadapi PSM, Sriwijaya mengaku telah menyiapkan pengganti yang tentu saja kualitasnya tidak berbeda jauh.
Untuk barisan pertahanan, juara Copa Indonesia ini memiliki sejumlah pilihan diantaranya Boby Staria, Nana Wahyu, Slamet Riyadi, Isnan Ali serta Cristian Warobai yang tentu saja cukup bisa diandalkan untuk menjaga jantung pertahanan Sriwijaya.
"Untuk barisan pertahanan yang akan kita turunkan dalam pertandingan menghadapi PSM diantaranya Isnan, Boby, Nana Wahyu serta Cristian Warobay," katanya. [liga-indonesia]
read more...

Tuesday, September 29, 2009

Sriwijaya FC 2 - 2 Pelita Jaya [Uji Coba], Untung Ada Zah Rahan

PALEMBANG - Sinyal bahwa zona big four (empat besar) Indonesia Super League (ISL) II bakal ketat sudah kelihatan. Tak ada tim lemah. Perbedaan hasil akhir musim 2008/2009 lalu, sama sekali tidak ada pengaruh. Sriwijaya FC (SFC) sudah merasakannya. Imbang 2-2 (2-2) dengan Pelita Jaya di Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), kemarin (27/2), bukan hal membanggakan. Justru, tim berjuluk Laskar Wong Kito harus membuka mata lebar-lebar bahwa para pesaing tak kalah hebat. ”Performa anak-anak menurun pasca-Lebaran. Jujur, saya harus banyak melakukan pembenahan,” aku Coach Sriwijaya, Rahmad Darmawan.Musim 2008/2009 lalu, The Young Guns (julukan Pelita Jaya) finis urutan ke-9. Sriwijaya urutan ke-5. Tapi, musim 2009/2010 ini, skuadra Fandi Ahmad lebih tangguh. Peta calon penghuni big four, bisa saja berubah. Artinya, tidak ada garansi bagi Sriwijaya untuk jadi juara atau sekadar menghuni zona big four.”Saya akui, tim saya kurang tenang. Bola begitu mudah direbut lawan. Ini jadi bahan evaluasi saya,” pungkas pelatih asal Metro (Lampung).
Dalam laga kemarin, Sriwijaya membuka keunggulan lebih dulu via Rahmat ”Poci” Rivai menit ke-22. Itu setelah menyambar umpan Keith Kayamba Gumbs.
Tapi, Pelita membalasnya via heading I Made Wirahadi menit ke-31. Umpan lambung Firman Utina, diselesaikan dengan baik oleh striker kelahiran Bali, 24 April 1983. Puluhan ribu suporter sempat terhenyak. Mereka tidak percaya ketika I Made Wirahadi kembali mencetak gol menit ke-40. Heading-nya menyambar umpan M Ridwan, tidak mampu dicegah Hendro Kartiko, kiper Sriwijaya.
Beruntung Sriwijaya punya pemain mobile sekelas Zah Rahan. Pria kelahiran Monrovia (Liberia), 7 Maret 1985, mencetak gol di injury time (menit ke-45’+1’). Itu setelah menyambar bola muntah kiper Pelita Jaya, Dian Agus, yang tidak sempurna menangkap tendangan Keith Kayamba.
Setelah itu, tidak ada lagi gol. Waktu 45 menit babak kedua, tak banyak berguna untuk menambah gol. Peluang terbaik, hanya terjadi menit ke-81 via bicycle kick (tendangan salto) Keith Kayamba. Tapi, masih bisa ditepis Dian Agus.
“Bagi kami, 2-2 dengan Sriwijaya sangat bagus. Tim kami mulai percaya diri, meski kami tidak lagi diperkuat Cristian Lopes. Terima kasih atas ujicoba ini,” ungkap Coach Pelita Jaya, Fandi Ahmad.
Lima ujicoba telah dilakoni Sriwijaya. Empat lainnya 3-0 atas Perlis FA asal Malaysia (18/8), 10-1 atas SFC U-21 (3/9), 2-2 dengan Persiwa Wamena (13/9), dan 0-0 dengan Persema Malang (16/9).
Secara hasil, 4 ujicoba ini memang membanggakan. Paling baik, imbang dengan Persiwa dan Persema. sebab, lawan Sriwijaya memang lebih komplet di kandangnya. Demikian menang atas Perlis, juga baik. Sebab, Perlis punya prestasi lebih gemilang. Yaitu lima trofi kampiun dikancah domestik. Plus dua trofi runner up di AFC Cup (2005 dan 2005).
Masih ada satu ujicoba tersisa bagi Sriwijaya. Yaitu meladeni Semen Padang, Rabu (10/9) mendatang. Berkaca pada ujicoba Rabu, 21 Januari lalu, Sriwijaya malah kalah 0-2 dari Semen Padang di Jakabaring.
Meski di kasta divisi utama, tapi skuadra asuhan Arcan Iurie punya komposisi pemain bagus. Mereka punya kiper sekelas Ahmad Kurniawan. Tiga asing komplet, Marcio Sauza, Antonio “Toyo” Claudio, dan Edward Wilson Junior.
Pemain lokalnya, bukan kelas bawah. Mereka punya jebolan timnas seperti Hengki Ardiles, Gusrifen Efendi, dan Budi Kurnia. Bahkan, ada empat mantan pemain Sriwijaya di Semen Padang. Yaitu Nico Susanto, Masferi Kasim, Nofianto, dan Syafruddin. (mg43/mg2) [sumeks]
read more...

Monday, August 24, 2009

Jersey Asli Sriwijaya FC Mulai Dipasarkan

Kabar gembira tentunya bagi penggemar berat Sriwijaya FC. Hal ituterkait dengan mulai dipasarkannya jersey original dan replika 'Laskar Wong Kito', dengan harga yang cukup terjangkau.

Menurut sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM), Faisal Mursyid, selaku pengelolah Sriwijaya FC, dengan dijualnya kostum asli dan reflika tersebut, sangat diharapkan Stadion Gelora Jakabaring, menguning di setiap laga kandang Charis Yulianto dkk.
"Harapan kami memang demikian. Penggemar setia kami bisa membeli langsung kaos asli maupun reflika, di sekertariat Sriwijaya FC, kompleks Palembang Square. Pembelian di luar sekertariat, kami tidak jamin keaslian barangnya," jelas Faisal.

Ditambahkannya, untuk harga jersey asli yang merupakan produk dari Reebok, sponsor resmi apparel Sriwijaya FC, dihargai Rp300 ribu. Sedangkan untuk reflika jauh lebih murah, yakni Rp80 ribu.

Masih kata Faisal, untuk kostum asli, dipastikan bahannya sama persis dengan yang digunakan para pemain Sriwijaya FC. Sedangkan yang reflika, cuma modelnya yang sama, namun terbuat dari bahan berbeda.[goal/indonesia]
read more...

Monday, August 03, 2009

RD: Semua Pemain Sama

Palembang - Pelatih Rahmad Darmawan mengatakan tidak ada pemain bintang di skuad Sriwijaya FC yang diperlakukan khusus. Baginya semua pemain sama, dan perlakuan pada mereka pun tidak dibeda-bedakan.

Pernyataan Rahmad ini menanggapi opini sebagian masyarakat Palembang yang khawatir bahwa banyaknya pemain bintang bisa merusak keutuhan dan keharmonisan timnya.
"Semua pemain sama, tidak ada pemain bintang di SFC," kata Rahmad kepada wartawan di sekretariat SFC, Jalan POM IX, Palembang, Senin (03/08/2009).

Dalam masa reses pasca kompetisi 2009 ini Sriwijaya memang jor-joran memburu pemain. Mereka telah menggaet kiper veteran Hendro Kartiko, setelah sebelumnya memboyong Ponaryo Astaman, Abanda Herman, Rahmat Rivai, dan Arif Suyono.

Tak hanya itu, mereka juga disebut-sebut masih mengincar Boaz Solossa dan Bambang Pamungkas.

Bisa dibayangkan betapa Sriwijaya FC bisa seperti Los Galacticos-nya Indonesia, karena mereka pun tetap diperkuat pemain-pemain timnas macam kiper Ferry Rotinsulu, Charis Yulianto, Budi Sudarsono, Toni Sucipto dan Isnan Ali. Leigun asing yang menghuni Gelora Sriwijaya pun tergolong berkelas, yakni Zah Rahan dan Keith Kayamba Gumbs.

"Kalau bicara bintang, sebelumnya orang menganggap sepele Charis, Isnan, Tony. Tetapi setelah tim ini juara, maka mereka dengan sendirinya menjadi bintang," ujar Rahmad.

Ditegaskan Rahmad, semua pemain akan diperlakukan sama dan harus mengikuti aturan dan disiplin. "Bagi saya mereka sama. Kalaupun ada yang bandel itu adalah bagian dari dinamika menjadi pelatih, dan saya yakin bisa membina mereka," ujarnya.ujarnya.

Ujocoba lawan klub Malaysia

Sementara itu, untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia, 'Laskar Wong Kito' akan melakukan pertandingan persahabatan melawan tim top Malaysia, Perlis FC, di Stadion Gelora Sriwijaya pada 17 Agustus.

"Perlis FC dari Malaysia akan mengirimkan 22 pemain. Mereka tiba di Palembang pada 17 Agustus dan kembali pada 19 Agustus," ujar sekretaris tim SFC, Faisal Mursyid. SFC dan Perlis FC sama-sama berstatus runner up liga masing-masing.

Untuk pertandingan ini panitia menetapkan tarif tertinggi adalah Rp 75 ribu untuk kelas VVIP. Harga kelas lain adalah Rp 40 ribu untuk VIP, Rp 25 ribu (tribun timur), dan termurah Rp 15 ribu. Panitia menyiapkan 25 ribu lembar tiket dan fans bisa memesannya langsung ke stadion. ( a2s / din )[detiksport/sepakbola]
read more...

Saturday, August 01, 2009

Sriwijaya FC Punya Jersey Baru

Palembang - Menghadapi Liga Indonesia musim 2009-2010, Sriwijaya FC bakal tampil dengan jersey dan logo baru. Peluncuran atau pengenalan ini dilakukan di Sekretariat Sriwijaya FC, Palembang Square (PS), Jalan POM IX Palembang, Jumat (31/07/2009) sore.

Kostum produk Reebok ini diresmikan sebagai kostum untuk setiap laga yang dilakoni SFC. Ada dua kostum yang akan digunakan SFC. Untuk kostum home, SFC mengenakan kostum warna kuning sebagai warna yang menjadi identitas SFC selama ini. Ada pula kostum warna hijau khusus untuk kostum kiper.
Sedangkan untuk laga away, kostum yang digunakan berwarna hitam dan putih sebagai perlambang netral untuk menghindari kesamaan dengan kostum tim lain saat melakoni laga tandang.

“Acara ini ada dua yakni, lauching logo dan jersey juga untuk menandai kerjasama dengan Reebook. Ini merupakan hasil lomba logo. Kostum ini yang terakhir untuk musim ini," kata Manajer SFC Hendri Zainudin.

Sedangkan Manajer Reebok, PT Mitra Adi Perkasa, Ratna P. Sari, berharap dengan kerjasama ini mudah-mudahan dengan adanya kerjasama ini dapat memanjukan SFC ke depan.

"Saya yakin SFC berhasil menjadi juara. Sebab materi pemainnya bagus, targetnya jelas dan pendukungnya banyak. Kita harapkan SFC menjadi lokomotif industri sepak bola Sumsel dan nasional," ujar Ratna.

Ditambahkan Ratna, dalam kerjasama ini, Reebok akan memberikan baju, sepatu, tas, dan peralatan pertandingan. Para pemain pun akan mendapatkan diskon jika berbelanja di Reebok. "Total bantuan kita Rp 2 miliar," ujar Ratna.[detiksport/sepakbola]
read more...

 

Home | Van Port All | Van Music

Season 2011/2012 © Template Design by Van RaYen