Spanyol memastikan diri sebagai yang terbaik di Piala Dunia 2010 setelah mengalahkan Belanda di laga final dengan skor 1-0 di Soccer City Stadium, Johannesburg, Senin (12/7) dinihari WIB.
Adalah Andres Iniesta yang menjadi pahlawan kemenangan Spanyol dengan gol tunggalnya ke gawang Belanda di babak kedua perpanjangan waktu.
Spanyol juga sukses mengawinkan gelar juara setelah dua tahun lalu meraih tropi Piala Eropa dengan mengalahkan Jerman di laga final.
Sementara Belanda harus kembali puas untuk ketiga kalinya harus menjadi runner up di turnamen akbar Piala Dunia. Sebelumnya mereka juga menjadi runner up di tahun 1978 dan 1974.
Jalannya Pertandingan
Spanyol sudah membuka kesempatan di menit kelima lewat sundulan Sergio Ramos. Akan tetapi, dalam ujian pertamanya, Maarten Stekelenburg berhasil mengamankan gawangnya dengan baik.
David Villa menguji peruntungannya di menit 12. Bola hasil sepakannya hanya melebar dari gawang.
Howard Webb juga tak ketinggalan menunjukkan aksinya dengan mengeluarkan lima kartu kuning dalam rentang waktu 13 menit untuk lima pemain berbeda.
Di menit 34, Iker Casillas salah memperhitungkan datangnya bola fair play yang ditendang Gregory Van Der Wiel. Bola lambung memantul ke kotak penalti dan gagal dijangkaunya. Untungnya bola tipis melebar dari gawang.
Tiga menit berselang, Joris Mathijsen membuang peluang matang yang didapatnya karena gagal menendang bola yang melintas pelan dengan kaki kiri. Padahal dia sudah berada dalam posisi tak terkawal di kotak penalti Spanyol.
Memasuki masa injury time babak pertama, Arjen Robben mendapat kesempatan lewat tendangan kaki kiri. Akan tetapi bola yang mengarah ke tiang dekat gawang Spanyol berhasil diamankan dengan baik oleh kapten tim Iker Casillas.
Di babak kedua, giliran Joan Capdevilla yang gagal menyapu bola ketika berada di kotak penalti Belanda dalam posisi tak terkawal. Momentum itu terjadi ketika pertandingan baru berjalan tiga menit.
Peluang matang didapat Belanda di menit 62. Lewat serangan balik cepat, Robben lolos dari jebakan offside dan berhadapan satu lawan satu dengan Casillas. Akan tetapi, bola tendangannya berhasil dihadang kiper nomor satu Spanyol itu dengan kakinya. Skor 0-0 pun tetap bertahan.
Di menit 69, David Villa memiliki kesempatan membawa timnya memimpin jika saja bisa lebih tenang dalam melepas tendangan ke arah gawang yang dalam posisi tak terkawal.
Memasuki menit ke-77, Sergio Ramos menyambut bola sepak pojok Xavi dengan kepalanya dan dalam kondisi tak terkawal. Akan tetapi, bola sundulan kepalanya masih tipis melintas di atas mistar gawang Stekelenburg.
Robben kembali mendapat kesempatan untuk membawa timnya memimpin lewat aksi individunya di menit 83. Namun Casillas berhasil membaca pergerakannya dan mencuri bola dari Robben.
Kedua tim terus menekan di sisa pertandingan. Namun hingga berakhirnya waktu normal, skor 0-0 tetap bertahan. Pertandingan pun dilanjutkan ke babak tambahan waktu.
Di awal babak perpanjangan waktu pertama, Stekelenburg melakukan penyelamatan penting dengan menghalau tendangan Cesc Fabregas yang masuk ke babak kedua. Belanda membalas dengan sundulan Mathijsen yang masih tipis di atas mistar gawang Casillas.
Di menit 100, Jesus Navas mencoba peruntungannya dengan melepas tendangan dari dalam kotak penalti. Namun bola berhasil diblok Van Bronckhorst yang membuat bola melebar dari gawang. Bek veteran Belanda itu sebelumnya juga melakukan intersep penting dengan menghalau sepakan Iniesta. Tendangan Fabregas juga masih melebar dari gawang.
Di paruh kedua babak perpanjangan waktu, Belanda kehilangan salah satu pemainnya, John Heitinga, karena akumulasi dua kartu kuning. Bek Belanda itu melanggar Iniesta jelang masuk ke kotak penalti mereka. Hadiah tendangan bebas pun diberikan kepada Spanyol, namun gagal dimaksimalkan Xavi yang maju sebagai eksekutor.
Di menit 116, Spanyol akhirnya bisa memecah kebuntuan. Iniesta yang mencetak gol lewat tendangan kerasnya dari dalam kotak penalti, setelah mendapat bola sodoran dari Fabregas.
Tak pelak gol tersebut disambut dengan meriah kubu Spanyol. Semua pemain di bangku cadangan pun mengejar Iniesta dan merayakan golnya di pinggir lapangan.
Belanda yang memiliki waktu kurang lebih empat menit berusaha untuk mengejar ketertinggalan mereka. Akan tetapi, hingga berakhirnya pertandingan, skor 1-0 untuk kemenangan Spanyol tetap bertahan. SPANYOL PUN MENJADI JUARA DUNIA 2010.
Susunan Pemain:
Belanda: Stekelenburg, Van Bronckhorst (Braafheid 105), Mathijsen, Heitinga, Van der Wiel, De Jong (Van der Vaart 99), Van Bommel, Kuyt (Elia 71), Sneijder, Robben, Van Persie
Spanyol: Casillas, Capdevilla, Puyol, Pique, Sergio Ramos, Xabi Alonso (Fabregas 87), Busquets, Pedro (Navas 60), Xavi, Iniesta, Villa (Torres 106)
source
read more...
Tuesday, July 13, 2010
SPANYOL JUARA PIALA DUNIA 2010
Thursday, July 08, 2010
Spanyol Susul Belanda ke Final
Prediksi seekor gurita bernama Paul kembali akurat. Spanyol yang penampilannya justru kalah impresif dibanding Jerman pada beberapa laga terakhir akhirnya berhasil mencapai final setelah menang tipis 1-0 di Stadion Moses Mabhida, (7/7).
Dengan keberhasilan ini maka Spanyol akan menantang Belanda yang sduah lebih dulu memesan tiket final usai mengalahkan Uruguay sehari sebelumnya, (6/7).
Tampil kurang impresif di beberapa laga terakhir justru membuat La Furia Roja tampil lebih lepas di babak semifinal ini.
Jerman yang tak bisa diperkuat Thomas Mueller menempatkan Piotr Trochowski sebagai partner Mesut Oezil sebagai distributor bola-bola matang untuk Miroslav Klose.
Sementara itu, keputusan berani diambil pelatih Vicente Del Bosque yang mencoret Fernando Torres dari line-up utama kali ini. Posisi El Nino dgantikan oleh striker asal Barcelona, Pedro Rodriguez.
Namun taktik itu justru berjalan ampuh. Hampir sepanjang babak pertama Spanyol tampil variatif dengan terus menerus menekan lini belakang Jerman.
Laga berjalan enam menit David Villa coba menambah pundi-pundi golnya di Piala Dunia kali ini usai mendapat peluang matang di depan gawang. Sayang tendangan rendahnya masih bisa diantisipasi oleh kiper Manuel Neuer.
Spanyol belum menyerah. Hingga laga berjalan 20 meit skuad Del Bosque mampu mendominasi penguasaan bola mencapai 70 persen, berbanding 30 milik Jerman.
Namun tetap saja berbagai upaya La Furia Roja masih menemui kebuntuan. Tangguhnya Per Mertesacker cs dalam menggalang pertahanan membuat Villa, Iniesta, maupun Pedro gagal memecah kebuntuan.
Der Panzer sendiri sempat mendapat satu pelaung terbaik di babak pertama melalui tendangan jarak jauh Trochowski. Namun kiper Iker Casillas masih sigap menjaga gawangnya tetap suci.
Kegagalan Jerman dan Spanyol memaksimalkan beberapa peluang membuat mereka harus rela mengakhiri babak pertama dengan skor kacamata.
Satu Gol Puyol Jadi Penentu
Memasuki babak kedua, Spanyol kembali menggebrak melalui dua kesempatan emas Xabi Alonso. Namun dua sepakkannya masih tipis menyamping di sisi gawang Neuer.
Sadar timnya gagal mengembangkan permainan, Pelatih Jerman, Joachim Loew, mencoba merombak strategi dengan memasukkan Marcell Jansen menggantikan Jerome Boateng. Kemudian disusul masuknya Toni Kroos menggeser tempat Trochowski.
Namun tetap saja agresivitas Der Panzer urung meningkat. Spanyol sudah terlanjur menguasai jalannya pertandingan dengan prmainan taktis satu-dua sentuhan.
Pada menit ke-58, Spanyol hampir saja mencetak gol andai umpan tarik Iniesta mampu disambar Villa yang berdiri bebas di depan gawang Neuer. Sayang bola masih diluar jangkauan striker anyar Barcelona itu hingga nyelonong melewati depan gawang Jerman.
Kroos sendiri berupaya menjawab kepercayaan Loew dengan mencoba peruntungannya di laga ini. Namun tendangannya dari dalam kotak penalti masih bisa diamankan Casillas.
Gol yang dinanti-nanti oleh skuad La Furia Roja akhirnya muncul juga saat laga memasuki menit ke-73. Namun proses gol bukan dari permainan terbuka, melainkan set-piece tendangan penjuru Xavi Hernandez yang berhasil ditanduk dengan sempurna oleh Carles Puyol.
Gol itu membuat kubu Jerman kembali berbenah. Demi menambah daya gedor, striker Mario Gomez masuk ke lapangan menggantikan posisi Sami Khedira. Sementara di kubu Spanyol, Torres yang kali ini harus rela tampil sebagai cadangan akhirnya masuk ke lapangan menggantikan Villa.
Upaya terakhir Jerman itu memang semakin meningkatkan agresivitas permainan. Namun tetaps aja tak berujung dengan menghasilkan gol. Hingga wasit meniupkan peluit akhir pertandingan, Spanyol berhasil mempertahankan keunggulan tipis 1-0 dan berhak melaju ke partai puncak menantang Belanda. (Irawan)
Susunan pemain:
Jerman: Neuer; Lahm, Friedrich, Mertesacker, Boateng (Jansen 52), Trochowski (Kroos 62), Khedira (Gomez 81), Schweinsteiger, Podolski, Oezil, Klose.
Spanyol: Casillas; Ramos, Pique, Puyol, Capdevila; Alonso (Marchena 93), Xavi, Iniesta, Busquets; Pedro (Silva 86), Villa (Torres 81).
Statistik:
Total tembakan ke gawang: 5-13
Tembakan tepat ke gawang: 2-5
Tembakan melenceng: 3-8
Pelanggaran: 9-7
Penguasaan bola: 49-51
Offside: 2-1
Tendangan penjuru: 6-7
Kartu kuning: -
Man of The Match: Xavi Hernandez (Spanyol)
source
read more...
Wednesday, July 07, 2010
Belanda Pesan Tiket Pertama ke Final
Setelah 32 tahun, Belanda akhirnya bisa kembali tampil di partai final Piala Dunia. Keberhasilan De Oranje memesan tiket pertama partai puncak Piala Dunia 2010 tak lepas berkat kemenangan 3-1 atas Uruguay di Stadion Green Point, di Kota Cape Town, (6/7).
Baik Uruguay maupun Belanda sebenarnya tampil dengan kondisi timpang di laga ini. Celeste tak bisa diperkuat kapten tim, Diego Lugano yang mengalami cedera, serta striker Luis Suarez yang harus menjalani skorsing. Sementara di kubu De Oranje, Bert van Marwijk, tak bisa memainkan bek kanan Gregory van der Wiel, dan Nigel De Jong.
Tidak bisa bermainnya Suarez membuat Pelatih uruguay, Oscar Tabarez, terpaksa hanya mengandalkan duet Diego Forlan dengan Edinson Cavani di lini tengah. Praktis, di awal-awal babak pertama Uruguay gagal tampil impresif dan terkesan membiarkan Belanda mengambil alih kendali permainan.
Langsung menekan sejak peluit dibunyikan, De Oranje menciptakan peluang pertama melalui Dirk Kuyt pada menit ke-4 yang masih melambung di atas mistar gawang Fernando Muslera.
Serangan gencar Belanda akhirnya membuahkan hasil saat laga memasuki menit ke-18. Secara mengejutkan Giovanni van Bronchorst melepas tendangan spekulasi kaki kiri dari jarak sekitar 35 meter yang melaju deras ke pojok atas gawang Uruguay tanpa mampu dijangkau Muslera.
Gol itu membuat kubu Uruguay tersentak, dan mulai meningkatkan intensitas serangan. Gebrakkan awal Uruguay tercipta pada menit ke-27 yang diawali oleh tendangan sudut Forlan. Berupaya melakukan tendangan salto, kaki Martin Caceres justru menghantam salah satu pemain Belanda.
Kontan insiden tersebut sempat memicu ketegangan karena para pemain De Oranje berharap wasit mengganjar Caceres dengan kartu kuning.
Wasit Ravshan Irmatov asal Uzbekistan pun tak segan memberi peringatan keras kepada Caceres atas aksi berbahayanya itu. Dari kubu Belanda, Sneijder pun ikut menerima kartu kuning akibat protes yang terlalu berlebihan.
Pada menit ke-36, Uruguay berhasil melepas tendangan tepat sasaran pertama mellaui Alvaro Pereira. Sayang bola masih terlalu lemah dan jatuh tepat dipelukkan kiper Marteen Stekelenburg.
Upaya Uruguay untuk mengejar ketinggalan akhirnya berbuah hasil empat menit sebelum jeda. Forlan kembali memamerkan keahliannya melepas tendangan jarak jauh sekaligus membalas aksi Van Bronchorst di awal babak pertama.
Bola Forlan melaju deras tanpa mampu dijangkau Stekelenburg dengan sempurna. Gol itu sekaligus menutup paruh pertama dengan skor imbang 1-1 lewat aksi duo kapten dari kedua kubu.
Sneijder dan Robben Akhiri Perlawanan Uruguay
Memasuki babak kedua, Van Marwijk mencoba kembali mengolah strategi dengan memasukkan Rafael van der Vaart menggantikan Demy De Zeeuw, Indikasi kalau De Oranje bertekad tampil lebih agresif menyerang di babak kedua.
Dari segi penguasaan bola, Belanda memang semakin mendominasi. Namun tekanan mereka kerap kandas setiap memasuki daerah pertahanan Uruguay.
Justru Celeste yang sempat memberi ancaman pada menit ke-67 melalui tendangan bebas Forlan yang dengan susah payah masih bisa ditepis keluar lapangan oleh Stekelenburg.
Terkejut dengan ancaman tersebut, Belandang langsung bereaksi cepat melalui peluang emas Van Der Vaart semenit berselang. Sayang sepakkan kaki kiri gelandang serang asal Real Madrid itu masih bisa ditepis Muslera. Sementara bola muntah pun gagal dimaksimalkan Robben karena sontekkannya masih melambung.
Upaya Belanda baru berhasil saat laga memasuki menit ke-70. Menguasai bola tepat di garis kotak penalti, Sneijder melepas tendangan kaki kanan yang sempat membentur kaki salah seorang bek Uruguay sebelum melaju ke dalam gawang tanpa bisa dijangkau Muslera.
Gol itu membawa angin segar bagi De Oranje. Mental mereka pun semakin meninggi guna mengincar gol ketiga sekaligus mengamankan kemenangan demi tiket final.
Alhasil Robben pun mampu menambah pundi-pundi gol De Oranje tiga menit berselang setelah sukses menanduk umpan silang Kuyt ke pojok bawah gawang Uruguay. Muslera sendiri hanya terpaku melihat bola kembali bersarang ke dalam gawangnya.
Ketinggalan 1-3 membuat Tabarez mulai berpikir keras. Upaya pergantian pemain pun dilakukan dengan memasukkan Sebastian Abreu dan Sebastian Fernandez, guna menggeser posisi Alvaro Pereira dan Forlan.
Upaya Tabarez sempat berbuah hasil saat Maximiliano Pereira mampu memperkecil kedudukan melalui golnya di masa injury time. Sayang mereka hanya sangggup menambah satu gol saja hingga wasit meniupkan peluit akhir pertandingan.
Berkat kemenngan ini, De Oranje akhirnya bsia kembali ke final setelah menanti selama 32 tahun. Terakhir kali mereka bermain di partai puncak saat kalah dari Argentina pada 1978 silam. Di partai puncak (11/7) nanti, De Oranje tinggal menunggu pemenang antara Jerman versus Spanyol, Rabu (7/7).
Susunan Pemain:
Uruguay: Muslera; M. Pereira, Godin, Perez, Caceres; Victorino, Gargano, Arevalo, A. Pereira (Abreu 78); Cavani, Forlan (Fernandez 84).
Belanda: Stekelenburg; Boulahrouz, Heitinga, Mathijsen, van Bronckhorst; Kuyt,van Bommel, Sneijder, de Zeeuw (van der Vaart 46), Robben (Elia 89); van Persie.
Statistik:
Total tembakan ke gawang: 12-11
Tembakan tepat ke gawang: 6-7
Tembakan melenceng: 6-4
Pelanggaran: 15-16
Penguasaan bola: 47-53
Offside: 4-5
Tendangan penjuru: 4-5
Kartu kuning: M. Pereira 21, Caceres 29 - Sneijder 29, Boulahrouz 78, Van Bommel 90+5
Pemain terbaik: Wesley Sneijder (Belanda)
source
read more...
Wednesday, June 30, 2010
David Villa Bawa Spanyol Singkirkan Portugal 1 - 0
Spanyol sukses menaklukkan Portugal 1-0 dalam pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2010 yang berlangsung di Green Point Stadium, Rabu (30/6) dinihari WIB.
Gol penentu kemenangan dicetak striker David Villa di menit ke-62 lewat sebuah tendangan keras melalui jarak yang sangat dekat. Gol itu tercipta setelah Iniesta memberikan sodoran kepada Xavi yang diteruskan dengan umpan back heel yang sangat manis. Tendangan Villa sempat diblok kiper Portugal Eduardo, tapi bola muntah justru kembali jatuh di hadapan striker Barcelona itu. Untuk kesempatan yang kedua, ia sukses melepaskan tendangan keras yang merobek jala lawan.
Di babak perempat-final (Minggu (4/7) dinihari WIB, Spanyol akan menghadapi Paraguay yang di pertandingan sebelumnya sukses menyingkirkan wakil Asia Jepang melalui drama adu penalti 5-3.
Jalannya Pertandingan
Pelatih Spanyol Vicente Del Bosque memasang duet penyerang David Villa dan Fernando Torres di lini depan. Mandulnya Torres dalam beberapa laga terakhir memang menjadi keresahan tersendiri buat pelatih. Meksi demikian, Del Bosque tetap mempercayakan posisi tersebut pada pemain Liverpool itu.
Terbukti duet penyerang tersebut sudah mengancam pertahanan Portugal di awal babak pertama. Di menit pertama, Torres bahkan memiliki peluang melalui tendangan keras ke arah gawang. Sayang, kiper Portugal Eduardo langsung tanggap dengan memblok tendangan tersebut.
Semenit kemudian giliran Villa yang mengancam. Kali ini dilakukan melalui tusukan di sisi kiri pertahanan Portugal dengan melepaskan tendangan ke arah gawang. Lagi-lagi, Eduardo sukses melakukan penyelamatan. Villa kembali memiliki peluang di menit keenam. Tapi, usaha itu pun masih gagal berbuah gol.
Portugal pun tak mau ketinggalan. Gelandang Cristiano Ronaldo menginspirasi kebangkitan timnya dengan melepaskan tendangan ke depan gawang. Sayang, tidak ada pemain yang berhasil menyambut umpan tersebut.
Giliran Tiago yang memberikan ancaman. Tendangan keras sang gelandang ke arah gawang dari luar kotak penalti berhasil diselamatkan kiper Spanyol Iker Casillas. Padahal, Fábio Coentrão sudah sempat siap menyundul bola yang hampir gagal ditangkap itu.
Di menit ke-24, umpan terukur yang dilepaskan Xavi gagal disambut oleh Villa, yang sebenarnya sudah dalam posisi yang tepat di depan gawang untuk melakukan eksekusi.
Portugal pun tak mau kalah. Di pertengahan babak pertama, Ronaldo kembali memberikan ancaman dengan melepaskan tendangan bebas ke arah gawang yang sempat luput dari tangkapan Casillas. Beruntung, masih ada pemain bertahan Spanyol yang kemudian membuang bola.
Sepuluh menit kemudian, giliran Raul Meireles yang mengancam melalui pergerakan di sisi kiri pertahanan Spanyol. Meireles melepaskan tendangan umpan ke arah gawang, sayang Hugo Almeida gagal menyambut melalui sundulan kepalanya. Padahal, di sampingnya sudah ada Ronaldo yang lebih siap menyambut umpan tersebut melalui sundulan kepala juga. Ronaldo tampak kecewa karena gagal memanfaatkan peluang itu.
Jelang pertandingan babak pertama berakhir, Portugal masih terus memberikan ancaman. Simao Sabrosa sudah dalam posisi yang bebas untuk terus menggiring bola ke kotak penalti lawan. Beruntung, Casillas memiliki inisiatif untuk maju dan menghalau bola keluar lapangan. Hingga babak pertama usai, tidak ada gol yang tercipta. Permainan kedua tim terbilang sangat berimbang.
Di awal babak kedua, Spanyol langsung tancap gas. Di menit ke-50, Sergio Ramos melepaskan umpan melalui sisi kiri pertahanan Portugal, tapi Sergio Busquets gagal menggapai dengan sundulan kepalanya.
Tampaknya pertahanan Portugal di babak kedua sering mendapat ancaman dari serangan Tim Matador. Xavi sempat melepaskan umpan matang ke depan gawang yang gagal disambut Torres. Entah mengapa striker Liverpool itu tampak kesulitan untuk bisa memanfaatkan peluang.
Di menit ke-51, Portugal memiliki peluang emas setelah tendangan Almeida ke arah Ronaldo di depan gawang sempat mengenai badan bek Carles Puyol, dan bola pun nyaris masuk ke dalam gawang. Beruntung bola masih menyamping tipis di sisi kiri gawang, meskipun Casillas sudah pasrah karena salah posisi.
Del Bosque tampaknya sudah habis kesabarannya untuk menunggu kontribusi gol dari Torres. Sang pelatih terpaksa menarik keluar Torres dan memasukkan striker Fernando Llorente di menit ke-59.
Tampaknya strategi ini berhasil. Pasalnya, setelah tidak adanya Torres di lapangan, pergerakan Villa jadi lebih leluasa. Apalagi dengan masuknya Llorente, serangan Spanyol kian menjadi-jadi. Dari berbagai sisi, barisan gelandang Spanyol berusaha menggedor pertahanan Portugal yang memang terkenal sangat kuat.
Akhirnya gol yang ditunggu-tunggu datang di menit ke-62. Villa sukses menyambut umpan back heel yang dilepaskan Xavi setelah menerima sodoran Andres Iniesta. Tendangan keras dari jarak dekat sempat ditahan Casillas, tapi bola muntah justru jatuh di hadangan sang striker. Tanpa ampun, Villa pun meluncurkan tendangan deras yang tak kuasa dihalau Casillas.
Skema permainan Barcelona tampaknya berjalan dalam pertandingan babak kedua ini mengingat kerjasama Iniesta-Xavi mampu merontokkan pertahanan Portugal yang sempat bersih selama fase penyisihan grup. Bahkan, tim sekelas Brasil dibuat frustasi sehingga tak mampu menjebol gawang Portugal.
Pelatih Portugal Carlos Queiroz berusaha menyamakan kedudukan dengan menambah daya gedor timnya. Pepe ditarik keluar dan Pedro Mendes dimasukkan, Simao juga keluar dan Liedson dimasukkan. Usaha Portugal tetap saja gagal karena Spanyol setelah terciptanya gol tersebut masih terus mendominasi permainan.
Jelang pertandingan babak kedua akan berakhir, Portugal harus menerima kenyataan pahit karena salah satu pemainnya, Ricardo Costa, mendapat kartu merah usai melanggar Joan Capdevila dengan melakukan sikutan ke muka saat akan melakukan sundulan kepala.
Hingga pertandingan usai, Portugal gagal menyamakan kedudukan dan terpaksa harus angkat kaki lebih dulu dari Afrika Selatan. Buat Spanyol, ini merupakan kemenangan ke-15 mereka atas Portugal.
Susunan Pemain
Spanyol: 1-Iker Casillas; 15-Sergio Ramos, 3-Gerard Pique, 5-Carles Puyol, 11-Joan Capdevila; 14-Xabi Alonso (Carlos Marchena '90+2), 8-Xavi, 6-Andres Iniesta, 16-Sergio Busquets; 9-Fernando Torres (Fernando Llorente '59), 7-David Villa (Pedro Rodriguez '88).
Portugal: 1-Eduardo; 2-Bruno Alves, 21-Ricardo Costa, 6-Ricardo Carvalho, 23-Fabio Coentrao, 16-Raul Meireles, 15-Pepe (Pedro Mendes '72), 19-Tiago, 7-Cristiano Ronaldo, 11-Simao Sabrosa (Liedson '72), 18-Hugo Almeida (Danny '58).
sumber : Happy Susanto - Goal Indonesia
link : http://www.goal.com/id-ID/news/1369/piala-dunia/2010/06/30/2001925/david-villa-bawa-spanyol-singkirkan-portugal
read more...
Thursday, June 24, 2010
Kandaskan Slovenia 1-0, Inggris Tembus Perdelapanfinal
Port Elizabeth - Inggris akhirnya lolos ke babak 16 besar. Kemenangan 1-0 di laga pamungkas kontra Slovenia, Rabu (23/6) malam WIB, sudah cukup bagi The Three Lions.
Pada laga yang dihelat di Nelson Mandelay Bay Stadium itu Jermain Defoe tampil sebagai pahlawan tim lewat gol tunggalnya di menit ke-23.
Dengan raihan tiga poin ini Inggris melaju ke babak 16 besar sebagai runner up Grup C. Sebab disaat bersamaan Amerika Serikat menang 1-0 dari Aljazair. Poin Inggris dan AS sama yaitu lima namun The Yankees unggul selisih gol.
Jalannya pertandingan
Pada menit ke-8 Valter Birsa menguji David James lewat sepakan dari jarak 20 yard. Beruntung James dengan sigap menangkapnya.
Di menit ke-13 tendangan bebas Frank Lampard dari seperempat lapangan masih mengarah tepat ke pelukan Samir Handanovic.
Defoe! Di menit ke-22 Inggris akhirnya mampu memecah kebuntuan. Umpan silang James Milner ke depan gawang disambar Defoe dan bobolah gawang Samir Handanovic.
Di menit ke-29 Inggris nyaris menggandakan keunggulan. Wayne Rooney yang mendapat bola di kotak penalti mengumpan pendek kepada Gerrard. Gerrard pun melepaskan sepakan mendatar ke pojok gawang yang masih bisa diamankan Handanovic.
Hingga babak pertama berakhir skor tetap 1-0 untuk Inggris.
Empat menit setelah restart Defoe yang menerima umpan Rooney bisa menjebol gawang Slovenia. Namun dianulir wasit karena Rooney sudah terjebak offside lebih dulu.
Di menit ke-56 corner Gareth Barry disambut tandukan John Terry di tiang jauh namun masih bisa ditepis Handanovic.
Rooney! Di menit ke-57 Rooney yang lolos dari jebakan offside setelah mendapat umpan Lampard gagal memaksimalkannya jadi gol. Setelah tembakannya dari jarak dekat hanya menerpa tiang gawang.
Di menit ke-68 Inggris hampir saja kebobolan. Kesalahan komunikasi antara Terry dan Glen Johnson berhasil dimanfaatkan Milijove Novakovic yang lantas melepaskan sepakan yang mampu tertahan kaki Johnson.
Inggris memasukkan beberapa pemain bertahan untuk memperkuat pertahanan mereka. Dan akhirnya berhasil karena skor 1-0 bisa dipertahankan hingga usainya laga.
Susunan pemain
Slovenia: 1-Samir Handanovic; 2-Miso Brecko, 4-Marko Suler, 5-Bostjan Cesar, 13-Bojan Jokic; 10-Valter Birsa, 8-Robert Koren, 18-Aleksandar Radosavljevic, 17-Andraz Kirm; 9-Zlatan Ljubijankic (14-Zlatko Dedic 62'), 11-Milivoje Novakovic.
England: 1-David James; 2-Glen Johnson, 15-Matthew Upson, 6-John Terry, 3-Ashley Cole; 16-James Milner, 4-Steven Gerrard, 8-Frank Lampard, 14-Gareth Barry; 19-Jermain Defoe (21-Emile Heskey 85'), 10-Wayne Rooney (11-Joe Cole 72').
sumber : Mohammad Resha Pratama - Piala Dunia - Detiksport/Sepakbola
link : http://pialadunia.detiksport.com/read/2010/06/23/212613/1385153/439/inggris-tembus-perdelapanfinal
read more...
Tuesday, June 22, 2010
Dua Gol Villa Hancurkan Honduras
Kekalahan atas Swiss pada laga pembuka tampaknya menjadi pelajaran berharga bagi Spanyol. Nahas bagi Honduras yang menjadi lawan kedua Spanyol, anak-anak asuhan Reinaldo Rueda menjadi bulan-bulanan serangan bertubi-tubi David Villa dkk, di Stadion Ellis Park, Johannesburg, (21/6).
Sejak menit awal pertandingan, Spanyol terus menekan, bermain dengan tempo tinggi dan terbuka. Praktis, Honduras hanya mampu bertahan sepanjang pertandingan dan hanya mampu mengandalkan serangan balik.
Namun hingga pertandingan berakhir, skuad Rueda sekalipun tak mampu menembakkan bola tepat ke gawang Iker Casillas. Kemenangan 2-0 pun cukup bagi anak-anak asuhan Vicente del Bosque untuk meraih poin penuh.
Babak pertama telah dimulai. Spanyol yang wajib meraih raihan poin penuh tampak langsung mengambil alih penguasaan bola dengan mengandalkan permainan satu dua sentuhannya. Sedangkan Honduras terpaksa fokus memperkuat lini pertahanannya.
Memasuki menit ke-5, Fernando Torres membuka peluang pertama Spanyol melalui tembakannya. Sayang, tendangannya masih dapat diantisipasi dengan baik oleh Noel Valladares.
Serangan cepat Spanyol pun terus mengalir. Pada menit ke-7, La Furia Roja pun kembali mendapatkan peluang melalui tendangan spekulasi David Villa dari luar kotak penalti Honduras. Namun, bola hasil tendangannya masih membentur mistar gawang Valladeras.
Seakan ingin unggul secepat mungkin, aliran serangan Spanyol terus datang bertubi-tubi menggempur lini pertahanan Honduras. Kembali, Villa mencoba menendang bola dari dalam kotak penalti Honduras. Namun lagi-lagi belum menemui sasaran dengan sempurna. skor pun masih imbang 0-0 hingga menit ke-15.
Akhirnya serangan Spanyol membuahkan hasil melalui tendangan Villa dari dalam kotak penalti, pada menit ke-17. Gol tersebut tercipta melalui aksi individu Villa dalam mengelabui tiga pemain belakang Honduras sebelum akhirnya menceploskan bola melengkung ke gawang Valladeras. Spanyol 1-0 Honduras.
Seakan belum puas dengan keunggulan satu gol, Spanyol terus memainkan bola dan melancarkan serangannya. Pada menit ke-33, Torres kembali mendapatkan peluang, namun tandukannya belum mampu membuahkan gol kedua untuk Spanyol.
Hanya berselang 2 menit, Torres kembali mendapatkan peluang emas, namun lagi-lagi tendangannya dari dalam kotak penalti masih melambung di atas mistar gawang Valladeras. Skor pun belum berubah.
Sejumlah peluang kembali diciptakan oleh skuad La Furia Roja, namun kali ini pertahanan Honduras masih mampu mengantisipasinya dengan baik. Di babak pertama ini, Honduras dipaksa hanya fokus bertahan. Skor pun tak berubah hingga babak pertama usai. Spanyol 1-0 Honduras.
Gempuran Spanyol Berlanjut
Memasuki babak kedua, Honduras tampak berani keluar menyerang dan berusaha untuk mengimbangi penguasaan bola Spanyol di menit-menit awal. Sayangnya, keberanian itu justru menjadi bumerang untuk gawang Honduras.
Pada menit ke-51, Villa mampu menggandakan keunggulan Spanyol sekaligus mencetak gol keduanya melalui tendangannya dari luar kotak penalti. Gol tersebut terjadi melalui serangan balik cepat Spanyol dari sisi kiri pertahanan Honduras. Villa yang berdiri bebas langsung melepaskan tendangan yang sempat membentur Osman Chavez sebelum mengecoh Valladeras.
Inilah koleksi gol ke-40 Villa di kancah internasional, sekaligus hanya berjarak 4 gold ari milik Raul Gonzalez.
Serangan kembali dilancarkan pasukan La Furia Roja, namun berkali-kali masih belum mampu menambah gol. Hingga akhirnya pada menit ke-61, Spanyol dihadiahi penalti setelah Navas diganjal didalam kotak terlarang oleh Emilio Izaguirre. Sayang, Villa gagal mengeksekusi penalti dengan baik. Tendangannya masih melebar tipis dari sisi kanan gawang Honduras. El Guaje pun gagal mencatatkan hat-trick di laga ini.
Kegagalan itu coba dimanfaatkan Honduras dengan berbalik menyerang. Namun, serangan yang diakhiri tendangan suazo tampak masih melebar jauh dari sisi kiri gawang Casillas.
Spanyol kembali mendapatkan peluang emas. Kali ini giliran Cesc Fabregas yang masuk menggantikan Xavi Hernandez mencoba melepaskan tendangan datar setelah mengecoh Valladeras. Namun, bola masih mampu dihalau Chavez dengan baik.
Terus memegang penguasaan bola, Spanyol tampak tak mengendurkan serangannya dan terus mengacak-acak pertahanan Chavez dkk. Tampak sejumlah peluang diciptakan oleh Navas dkk, namun kembali belum dapat memperbesar keunggulan.
Serangan bertui-tubi Spanyol pun akhirnya dihentikan peluit panjang Wasit asal Jepang, Yuichi Nishimura. Skor 2-0 untuk kemenangan Spanyol atas Honduras pun tidak berubah.
Dengan hasil ini maka Spanyol berhasil meraih kemenangan pertama di Piala Dunia 2010 ini, sekaligus menempatkan mereka di posisi kedua klasemen sementara Grup H, di bawah Cile. (Riezky)
Susunan Pemain:
Spanyol: Casillas; Ramos (Arbeloa 77), Pique, Puyol, Capdevila; Navas, Alonso, Xavi (Fabregas 66), Busquets; Torres (Mata 70), Villa
Honduras: Valladares; Mendoza, Chavez, Figueroa, Izaguirre; Turcios (Nunez 63), Palacios, Guevarra, Espinoza (Welcome 46); Martinez; Suazo (J.N. Palacios 84)
Statistik:
Total tembakan ke gawang: 22-9
Tembakan tepat ke gawang: 7-0
Tembakan melenceng: 15-9
Pelanggaran: 9-18
Penguasaan bola: 57-43
Offside: 1-7
Tendangan penjuru: 12-2
Kartu kuning: Turcios 8, Izaguirre 38
Kartu merah: -
Pemain terbaik: David Villa (Spanyol)
sumber : duniasoccer
link : http://www.duniasoccer.com/Duniasoccer/Internasional/Antarnegara/Piala-Dunia/News/Dua-Gol-Villa-Hancurkan-Honduras
read more...
Monday, June 21, 2010
Kisah Indonesia di Piala Dunia
DI tengah lapangan hijau itu, Tan “Bing” Mo Heng berdiri gagah. Matanya menatap lurus ke depan, dan di kirinya berjajar rekannya satu tim. Dia, dan timnya, terlihat begitu khidmat. Tampak ada semangat siap meledak. Mo Heng, kiper asal Soerabajasche Voetbal Bond (SVB) itu, adalah salah satu pemain tim “Indonesia” di Piala Dunia 1938, di Prancis.
Sore itu, 5 Juni 1938, Hindia Belanda akan melawan Hongaria. Sebelum pertandingan dibuka, Mo Heng dan rekan-rekannya berbaris di tengah lapangan itu, di bawah tatapan 10.000 penonton di Velodrome Municipal, Reims. Kota itu sekitar 129 kilometer dari Paris. Para wartawan dari 27 negara hadir di sana. Ini pertama sekali Asia melaju ke Piala Dunia.
Pada selembar foto, yang menjadi jendela kita melongok masa itu, Mo Heng tampak memegang boneka di tangan kirinya. Tak jelas benar apa jenis boneka itu. Sekilas mirip boneka Teletubbies dari film serial anak zaman kini. Kelak, kita mengerti boneka ini rupanya bagian dari suatu “ritual”. Mo Heng menggantungnya di jala gawang sebagai jimat.
Simak cerita Mo Heng dan kawan-kawan bertarung melawan Hongaria di SOROT 88
(Mo Heng, kiper tim Indonesia membawa boneka 'jimat' pada Piala Dunia 1938. (http://denoutomobanget.blogspot.com)
)
sumber : Nezar Patria - Vivanews
link : http://bola.vivanews.com/news/read/159059-kisah-indonesia-di-piala-dunia
read more...
Gol Penalti Iaquinta Hindarkan Italia Dari Kekalahan Memalukan
Tanpa Gianluigi Buffon yang digantikan Federico Marchetti, Italia tidak mengubah komposisi pemain yang dijadikan starter, namun pelatih Marcello Lippi terlihat sedikit merombak formasi tim dari 4-2-3-1 menjadi lebih konvensional 4-4-2.
Seperti halnya tim Azzurri, arsitek Selandia Baru Ricki Herbert tidak melakukan perubahan apa pun dalam skuadnya. Meski demikian negara Kiwi itu langsung membuat bisu pendukung Italia saat Smeltz mencetak gol cepat di menit ketujuh memanfaatkan kesalahan antisipasi Fabio Cannavaro.
Ketinggalan terlebih dahulu membuat Italia tersengat dan mencoba melakukan tekanan berat ke jantung pertahanan Selandia Baru. Italia berpeluang menyamakan kedudukan melalui tembakan jarak jauh Gianluca Zambrotta pada menit 22, tetapi bola melesat tipis di atas gawang. Sejak saat itu, kepercayaan diri para pemain Italia meningkat dan sebuah tendangan keras Riccardo Montolivo hanya menerpa tiang gawang.
Di menit 27, pergerakan Daniele De Rossi di kotak penalti dihadang secara ilegal oleh Tommy Smith hingga bintang AS Roma itu terjatuh. Wasit tidak ragu memberi hadiah tendangan penalti bagi Italia dan Smith harus menerima hukuman kartu kuning. Vincenzo Iaquinta yang mendapat tugas mengeksekusi penalti, tidak mengalami kesulitan dalam mengeksekusi bola untuk merobek gawang Selandia Baru dan menyamakan kedudukan 1-1.
Hingga babak pertama berakhir, Italia menguasai jalannya pertandingan dan terlihat lebih sabar dalam membongkar rapatnya pertahanan Selandia Baru namun Gli Azzurri belum juga menambah gol.
Di babak kedua Marcello Lippi menarik Alberto Gilardino dan Simone Pepe untuk memasukkan Antonio Di Natale dan Mauro German Camonaresi. Dengan pergantian ini, Lippi terlihat ingin menambah daya gedor timnya. Namun di luar dugaan, di awal babak kedua Selandia Baru terlihat lebih berani dalam melakukan penetrasi ke arah jantung pertahanan lawan, namun usaha mereka tidak berbuah hasil.
Pada menit 53 Camonaresi mengirimkan umpan berbahaya ke arah Iaquinta, tetapi Winston Reid yang tampil cukup lugas mampu mengamankan bola keluar dari daerah yang dapat membahayakan gawangnya.
Satu jam pertandingan berlangsung, Lippi berusaha menajamkan barisan penyerangnya dengan memasukkan Giampaolo Pazzini menggantikan Claudio Marchissio. Selandia Baru bereaksi dengan menarik Rory Fallon dan menampilkan Chris Woods.
Tekanan demi tekanan terus dilakukan Italia di sepanjang pertandingan, tetapi benteng pertahanan kokoh yang dibangun Selandia Baru tampak sulit untuk dibongkar. Berulang kali aksi Camonaresi, Di Natale dan Montolivo mengancam gawang Selandia Baru, tetapi aksi gemilang Paston membuat gol yang dinanti tak kunjung datang.
Alih-alih menambah gol, Italia justru hampir saja kebobolan ketika Wood melakukan tendangan keras ke arah gawang, sayangnya bola meluncur deras di sisi kiri. Hingga pertandingan berakhir kedudukan imbang 1-1 tidak berubah.
Hasil ini menjadikan ambisi Italia lolos ke babak kedua terancam musnah karena baru mengumpulkan nilai dua. Hanya kemenangan di laga terakhir yang dapat menggaransi kiprah lanjutan Italia di Afrika Selatan.
sumber : Gunawan Widyantara - Goal Indonesia
link : http://www.goal.com/id-ID/news/1369/piala-dunia/2010/06/20/1986235/gol-penalti-iaquinta-hindarkan-italia-dari-kekalahan
read more...
Saturday, June 19, 2010
Inggris v Aljazair 0 - 0
Hasil di luar dugaan kembali muncul ketika Aljazair mampu menahan imbang Inggris tanpa gol pada laga kedua di Grup C, di Stadion Cape Town, (18/6).
Sepanjang laga, Inggris tampak kesulitan menampilkan bentuk permainan terbaiknya, sedangkan Aljazair malah mampu bermain lepas dengan kerap memberi tekanan kepada skuad The Three Lions.
Pada awal babak pertama, kedua tim langsung bermain dengan tempo tinggi. Kedua tim tampak silih berganti melancarkan serangan. Namun, hingga menit ke-10, belum ada peluang emas yang tercipta bagi kedua tim.
Aljazair yang notabene tidak diunggulkan dalam pertandingan kali ini, tampak berani menampilkan permainan cepat dan terbuka demi melayani Inggris.
Aljazair terus mencoba menguasai permainan dan sesekali melakukan serangan balik cepat dengan satu dua sentuhan. Strategi Aljazair dalam menerapkan serangan balik cepat terbukti mampu membuat lini pertahanan Inggris kocar-kacir di awal babak pertama.
Hingga menit ke-18, tampak kedua tim masih belum dapat menciptakan gol. Inggris pun kembali menekan, namun penampilan apik lini tengah dan belakang Aljazair disertai beberapa kali salah oper para pemain Inggris membuat gawang Aljazair masih relatif aman.
Pada menit ke-27, Wayne Rooney hampir saja mendapatkan peluang emas, namun lini pertahanan Aljazair masih mampu mengamankan bola. Kali ini, Steven Gerrard mencoba melakukan tendangan keras jarak jauh, pada menit ke-30, namun tendangannya masih mampu diselamatkan dengan baik oleh kiper Aljazair, Rais M'Bohli.
Tak berselang lama, pada menit ke-32, Inggris kembali mengancam melalui tendangan Frank Lampard dari dalam kotak penalti. Namun, dengan gemilang M'Bohli mampu mengantisipasinya.
Pada menit ke-35, giliran Aljazair mencoba memanfaatkan lengahnya pertahanan Inggris melalui serangan balik cepat. Namun penyelesaian akhir melalui tendangan Ziani masih sedikit melebar dari gawang David James.
Inggris berkali-kali mengancam, sementara pertahanan Aljazair yang bermain sigap dan disiplin dapat menghalaunya. Sedangkan Aljazair terus melancarkan serangan balik cepat, namun masih juga gagal menciptakan gol.
Hingga babak pertama berakhir, skor kacamata masih bertahan. Namun, secara mengejutkan, Aljazair mampu menguasai bola sedikit lebih banyak dibandingkan Inggris dengan statistik 51-49 di babak pertama. 
Lini Depan Tetap Mandul
Tidak ada pergantian pemain di paruh kedua dan permainan masih tetap dalam tempo tinggi dan terbuka. Kali ini, giliran Aljazair menebar ancaman lebih dulu melalui tendangan bebas Antar Yahia. Namun, bola masih membentur pagar betis Inggris.
Pada awal babak kedua, Aljazair kerap kali memberikan tekanan kepada lini pertahanan The Three Lions, namun penyelesaian akhir Karim Matmour dkk belum mampu menemui sasaran dengan baik.
Hingga menit ke-58, Inggris masih kesulitan menampilkan bentuk permainannya. Sebaliknya, Aljazair terus menjaga penguasaan bola serta mampu menghadirkan ancaman serius kepada gawang James.
Pelatih Inggris, Fabio Capello mencoba meningkatkan daya dobrak dengan mengganti Aaron Lennon dengan Shaun Wright-Phillips. Tidak lama berselang, Wright-Phillips memberikan umpan terukur kepada Emile Heskey. yang sayangnya kembali dapat dihalau pemain bertahan Aljazair, Rafik Halliche.
Inggris tampak frustasi karena tak kunjung mencetak gol. Pada menit ke-84, Capello menurunkan Peter Crouch menggantikan Gareth Barry dengan maksud mempertajam lini depan Inggris. Namun, hingga berakhirnya babak kedua, skor tetap tak berubah.
Hasil ini membuat Inggris hanya menambah satu angka menjadi dua poin dari dua laga. Sementara Slovenia masih memimpin Grup C dnegan nilai 4, diikuti Amerika Serikat dan Inggris, lalu Aljazair dengan nilai satu. (Riezky)
line up :
England: James, Johnson, Carragher, Terry, Ashley Cole, Lennon (Wright-Phillips 63), Barry (Crouch 84), Lampard, Gerrard, Rooney, Heskey (Defoe 74)
Algeria: M'Bohli, Bougherra, Belhadj, Yahia, Kadir, Yebda, Lacen, Halliche, Boudebouz (Abdoun 74), Ziani (Guedioura 81), Matmour.
Statistik:
Total tembakan ke gawang: 15-11
Tembakan tepat ke gawang: 6-1
Tembakan melenceng: 9-10
Pelanggaran: 13-13
Penguasaan bola: 48-52
Offside: 1-3
Tendangan penjuru: 10-3
Kartu kuning: Carragher 58 - Lacen 85
Kartu merah: -
Pemain terbaik: Ashley Cole (Inggris) 
sumber : duniasoccer
link : http://www.duniasoccer.com/Duniasoccer/Internasional/Antarnegara/Piala-Dunia/News/Aljazair-Bikin-Inggris-Mandul
read more...
Thursday, June 17, 2010
Uruguay Bungkam Afrika Selatan 3 - 0
Putaran kedua grup A yang mempertemukan tim tuan rumah, Afrika Selatan, kontra Uruguay, Kamis (17/6) dinihari WIB, berakhir dengan kemenangan Uruguay atas Afrika Selatan dengan skor 3-0.
Pada laga yang dihelat di Stadion Loftus Versfeld tersebut kedua tim tampil ngotot. Dengan hasil imbang yang mereka terima di pertandingan awal, kedua tim ingin meraih poin maksimal dari laga ini. Alhasil, pertandingan pun berlansung dengan tempo tinggi dan cepat.
Pada babak pertama, kedua tim bergantian melakukan serangan. Peluang pertama yang didapat Uruguay adalah ketika Luis Suarez melakukan passing satu-dua dengan Diego Forlan di dalam kotak penalti Afrika Selatan. Namun, bola hasil tendangan kaki kirinya tidak menemui sasaran. Afrika Selatan pun mampu membalas lewat tendangan keras yang dilesakkan Siphiwe Tshabalala. Namun, bola masih melayang di atas mistar gawang Uruguay.
Gol baru tercipta saat laga memasuki menit ke-24. striker Uruguay, Diego Forlan, mampu melepaskan tendangan keras ke gawang Afrika Selatan yang dikawal Itumeleng Khune. Bola pun bersarang di kanan gawang Bafana-Bafana setelah sebelumnya mengenai salah satu pemain Afrika Selatan. Skor 1-0 untuk Uruguay.
Anak asuh Carlos Alberto Parreira pun mencoba membalas. Pada menit ke-39, striker Afrika Selatan, Katlego Mpehela, berhasil memanfaatkan umpan dari sayap kanan. Sayang, bolanya masih melebar. Skor 1-0 pun berakhir hingga turun minum.
Babak kedua dibuka dengan serangan dari Uruguay. Bek sekaligus kapten tim, Diego Lugano, menyundul bola yang berasal dari tendangan bebas. Tapi, mampu dipatahkan kiper Khune. Meskipun telah unggul, Uruguay masih terus membombardir pertahanan Steven Pienarr cs. Terbukti, satu peluang emas didapatkan Edison Cavani. Namun, striker Palermo tersebut tidak mampu memanfaatkan umpan matang yang disodorkan Diego Forlan. Afrika Selatan bukannya tanpa perlawanan. Pada menit ke-62, Mphela mendapat peluang lewat sundulan tapi masih melebar di kiri gawang Uruguay yang dikawal Fernando Muslera.
Petaka datang bagi Afrika Selatan di menit ke-79, saat kiper Khune, melanggar Luiz Suarez di kotak penalti. Alhasil, wasit asal Swiss, Massimo Busacca, menunjuk titik penalti. Selain itu, wasit pun memberikan kartu merah kepada Khune. Diego Forlan sukses mengeksekusi penalti tersebut dan membawa Albiceleste unggul dua gol atas Afrika Selatan. Gol itu adalah gol ke-26 Forlan untuk Uruguay.
Alih-alih menyamakan kedudukan, Afrika Selatan malah kebobolan. Padahal, pertandingan tinggal satu menit lagi. Adalah gelandang Alvaro Pereira yang membuat pendukung tim tuan rumah terdiam. Lewat sebuah umpan matang dari sisi kiri, Pereira sukses menanduk bola ke dalam gawang Bafana-Bafana. Skor 3-0 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.
Dengan hasil ini, Uruguay kokoh di puncak klasemen sementara grup A dengan perolehan empat angka. Pada putaran terakhir grup A, Diego Forlan cs. akan berhadapan dengan Meksiko, Rabu (23/6) malam WIB, di Stadion Royal Bafokeng, Rustenburg. Sementara bagi Afrika Selatan, kekalahan ini membuat peluangnya untuk lolos dari grup A semakin tipis. Steven Pienarr cs, mesti menang di laga terakhir melawan Prancis, Selasa (22/6) malam WIB.
****
Susunan Pemain:
Afrika Selatan: Itumeleng Khune; Bongani Khumalo, Aaron Mokoena, Tsepo Masilela, Siboniso Gaxa; Kagisho Dikgacoi, Reneilwe Letsholonyane (55' Surprise Moriri), Steven Pienaar (78' Moeneeb Josephs), Siphiwe Tshabalala; Teko Modise, Katlego Mphela.
Pemain cadangan: Siyabonga Nomvethe, Lance Davids, Thanduyise Khuboni, Bernard Parker, Surprise Moriri, MacBeth Sibaya, Anele Ngcongca, Matthew Booth, Lucas Thwala, Moeneeb Josephs, Shu-Aib Walters, Siyabonga Sangweni.
Pelatih:Carlos Alberto Parreira.
Uruguay: Fernando Muslera; Diego Lugano, Diego Godín, Jorge Fucile (69' Álvaro Fernández); Egidio Arévalo, Diego Pérez, Edinson Cavani (88' Sebastián Fernández) , Álvaro Pereira, Maxi Pereira; Luis Suárez, Diego Forlán.
Pemain cadangan: Sebastián Abreu, Martín Silva, Sebastián Eguren, Álvaro Fernández, Martín Cáceres, Walter Gargano, Ignacio González, Andrés Scotti, Juan Castillo, Sebastián Fernández, Mauricio Victorino.
Pelatih: Oscar Tabarez.
sumber : Reja Irfa Widodo - Bola News
link : http://www.bolanews.com/piala-dunia-2010/grup-a/uruguay/10093-Uruguay-Bungkam-Afrika-Selatan.html
read more...

